Jam Pembelajaran Tingkat SMP Rembang Akan Ditambah

Rembang, Rembangnews.com – Pada pembelajaran tatap muka (PTM) tahun ajaran baru 2022/2023, pembelajaran di tingkat SMP di Kabupaten Rembang akan mengalami penambahan jam pembelajaran.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, Khoironi mengatakan bahwa jam pembelajaran akan ditambah menjadi 6 jam per hari kecuali pada hari Jumat.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini sesuai dengan peraturan dari Kemdikbud Ristek tahun 2022 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 di level daerah.

“Sekolah sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, dan berjalan dengan baik. Sekolah juga telah melakukan simulasi PTM dengan menerapkan protokol kesehatan,” ucap Khoironi saat ditemui Mitrapost.com dikantornya pada Jumat, (20/05/22).

Baca Juga :   Presiden Jokowi Terima Telepon Menteri Keuangan AS, Kondisi 28 Negara Mengejutkan

Lebih lanjut, Khoironi menjelaskan bahwa alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran di tingkat SMP adalah  40 menit untuk setiap pertemuan proses belajar.

Penambahan jam pembelajaran ini bertujuan untuk mengembalikan cara pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang dulunya belum maksimal akibat adanya pandemi Covid-19 dan PPKM di setiap daerah.

Selain itu, para guru juga menilai jika pembelajaran terbatas dengan waktu singkat masih kurang maksimal.

“Banyak para guru dan peserta didik berpendapat bahwa cara pembelajaran terbatas seperti itu kurang maksimal karena durasi waktu yang cukup singkat,” kata Khoironi.

Ia akan memantau perkembangan PTM dan menyediakan form bagi masing-masing sekolah bila ada kejadian khusus terkait pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :   Ayu Thalia Ungkap Pernah Tinggal Seatap dengan Aktor Kevin Hillers

Khoiron berharap, semua sekolah yang ada di Rembang bisa tetap mematuhi protokol kesehatan, terutama kantin yang sering menjadi tempat pertemuan antar pelajar.

“Kami berkeinginan jika normal kembali akan ada penambahan jam pembelajaran tatap muka seperti sebelum pandemi,” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *