Rembang Bersiap Laksanakan Program Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana

Rembang, Rembangnews.comKabupaten Rembang bersiap melaksanakan program beasiswa pendidikan ‘Satu Desa Satu Sarjana’.

Melalui program ini, diharapkan ada pemerataan sumber daya manusia (SDM) antar desa. Sejumlah kepala desa juga telah dilibatkan dalam pembahasan teknis program ini.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang, Achmad Solchan mengatakan bahwa Pemkab fokus dengan pemerataan jumlah sarjana di desa.

“Istilah satu desa satu sarjana ini ada berbagai versi. Ada yang memaknai setiap desa harus menyekolahkan satu orang sampai sarjana. Tapi ada juga yang memaknainya sebagai upaya mengurangi disparitas jumlah sarjana antar desa. Nah, yang kita ambil adalah pendekatan kedua,” ujarnya.

Ada 11 desa yang akan menjadi prioritas di tahun 2026 ini. Desa dipilih berdasarkan pada data dari Dinas Sosial terkait jumlah sarjana di masing-masing desa.

Baca Juga :   Pendaftaran Beasiswa SEMESTA 2023 Resmi Dibuka

“Kenapa 11 desa, karena berdasarkan data Dinsos, desa-desa ini rata-rata baru memiliki sekitar 10 sarjana. Ini yang menjadi dasar kami untuk mengambil langkah penanganan terlebih dahulu,” paparnya.

11 desa tersebut diantaranya Pakis (Kecamatan Sale), Logung (Kecamatan Sumber), Kajar (Kecamatan Gunem), Banyuurip (Kecamatan Pancur), Baturuno (Kecamatan Sarang), Blimbing (Kecamatan Sluke), Ngasinan (Kecamatan Kragan), Bogorejo (Kecamatan Sumber), Gilis (Kecamatan Sarang), Criwik (Kecamatan Pancur), dan Ngargomulyo (Kecamatan Lasem).

Meski begitu, ada juga kuota bagi desa lain yang disiapkan pemerintah. Sehingga beasiswa tak hanya menyasar 11 desa tersebut.

“Kami tidak hanya memberikan beasiswa kepada 11 desa itu saja, tetapi juga untuk seluruh Kabupaten Rembang. Hanya saja kuotanya kita pisahkan. Untuk jumlahnya sendiri masih bergantung pada hasil seleksi dan kemampuan anggaran,” ujarnya.

Baca Juga :   Jelang Pilkada, Polda Jateng Supervisi Kendaraan Dinas

Namun jumlah pasti penerima beasiswa belum diketahui karena bergantung anggaran dan biaya pendidikan mahasiswa.

“Dari pagu yang sama, misalnya Rp1 miliar untuk mahasiswa baru, jumlah penerima bisa berbeda-beda karena tergantung kampus tujuan dan besaran biaya. Jadi tidak bisa dipastikan jumlahnya,” jelasnya.

Pelaksana Harian Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, telah meminta pemerintah desa untuk segera melakukan pendataan calon penerima.

“Total 11 desa ini kita putuskan menjadi desa prioritas penerima beasiswa di tahun 2026. Secara teknis, desa bisa segera mendorong warganya, karena paling tidak bulan Mei kita sudah harus mendapatkan datanya,” paparnya.

Namun diperkirakan satu desa mendapat dua kuota beasiswa.

“Angan-angan sementara, paling tidak dua orang per desa masih mungkin. Jadi 11 desa bisa sekitar 22 penerima. Kalau nanti memungkinkan, bisa kita tambah,” jelasnya.

Baca Juga :   Rembang Akan Alami Musim Kemarau Lebih Pendek Dibanding Tahun Lalu

Seleksi akan dilakukan di tingkat desa jika jumlah pendaftar melebihi kuota, dengan pertimbangan akademik dan ekonomi pelamar.

“Kalau kuotanya dua, tapi pendaftarnya lima, maka seleksi dilakukan di lingkup desa. Yang dipilih dua terbaik, tidak bersaing dengan desa lain. Prioritasnya yang tidak mampu, desil satu sampai lima, dan tentu yang berprestasi,” paparnya.

Jadwal seleksi diperkirakan Juli untuk perguruan tinggi negeri dan Agustus untuk perguruan tinggi swasta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *