Rembang, Rembangnews.com – Sepanjang 2025, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang telah melakukan evakuasi ular sebanyak 96 kali.
Damkar telah melakukan penanganan 298 kejadian, dan evakuasi ular dari pemukiman warga menjadi yang terbanyak.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kabupaten Rembang, Erwin Rahadyan mengatakan bahwa total ular yang dievakuasi mencapai 170 ekor.
Kasus ular masuk pemukiman warga banyak terjadi disebabkan karena tingginya intensitas hujan yang terjadi pada 2025.
“Biasanya kalau musim hujan ular ini suka tempat- tempat yang hangat, seperti rumah- rumah yang kondisinya banyak barang yang mblangkrah (berserakan). Kedua, di rumah sekarang banyak sekali tikus,” paparnya.
Ular yang dievakuasi tidak dibunuh. Namun dipindahkan ke tempat yang aman.
“Alhamdulillah teman- teman dari pengalaman sudah bisa cara evakuasi ular, dulu awal – awal juga sering digigit. Ular yang kita tangkap, dikumpulkan di pos, kalua udah 4 atau 5 kita hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Tengah, nanti diambil dan ada bukti berita acara serah terimanya,” jelasnya.
Selain itu, Damkar juga mengevakuasi warga yang terkunci di kamar mandi serta membuka kunci mobil yang tertinggal di dalam kendaraan.
“Pernah ada orang terkunci di dalam kamar mandi ya mengundang kami, terus kunci mobil terkunci di dalam mobil juga pernah. Alhamdulillah dari teman- teman Damkar sendiri bisa, jadi teratasi.” (*)







