Waspada Modus Pelecehan pada Anak

Rembangnews.com – Kasus pelecehan pada anak semakin sering terjadi. Modusnya pun bermacam-macam, salah satunya dengan membangun kepercayaan kepada anak hingga kemudian memanipulasi atau mengeksploitasi anak tersebut. Modus ini sering disebut dengan istilah child grooming.

Chlid grooming bisa terjadi secara online maupun offline. Sehingga para orangtua perlu waspada.

Di Indonesia sendiri kasus child grooming sudah banyak terjadi. Pelaku biasanya melancarkan aksinya dengan memberikan iming-iming barang atau hal yang disukai sang anak.

Namun ada beberapa tahapan bagi pelaku child grooming dalam melakukan aksinya, diantaranya sebagai berikut.

Selecting

Pelaku biasanya tak asal pilih korban. Namun, mereka akan menyeleksi berdasarkan daya tarik fisik yang mereka rasakan, kemudahan akses, hingga kerentanan yang dirasakan.

Baca Juga :   11 Proyek Memakan Banyak Korban Jiwa

Misalkan saja anak yang tidak mendapatkan pengawasan yang cukup dari orangtua, atau anak yang memiliki kelemahan yang diketahui sang pelaku.

Accesing

Kemudian pelaku pun akan mencari cara untuk bisa mendapatkan akses masuk dan mengenal sang korban. Misalnya dengan mengajak anak bermain, bekerja di rumah anak, menjadi guru anak, hingga menawarkan untuk mengantar jemput anak.

Mereka akan melakukan hal-hal yang tak dicurigai sang korban.

Trust Building

Jika sudah mendapatkan akses, maka mereka pun akan mulai membangun kedekatan dan kepercayaan. Misal saja dengan memberikan perhatian kepada korban.

Mereka bahkan bisa memberikan hadiah dan hal-hal yang disukai anak. Hingga berbagai cerita dan rahasia bersama. Jika anak sudah percaya, maka mereka pun akan melakukan hal yang lebih seperti memeluk, menyentuh, dan bahkan hal yang lebih jauh lagi.

Baca Juga :   Mengenal Fitur NGL yang Bisa Dipakai Kirim Pesan Jujur di Akhir Tahun

Silenting

Jika mereka sudah berhasil melakukan apa yang diinginkan, maka pelaku akan meminta sang korban untuk tak melaporkan perbuatannya kepada siapapun. Baik teman keluarga maupun orang lainnya.

Jika diperlukan, mereka bahkan akan melakukan sejumlah ancaman kepada korban, sehingga korban menjadi takut dan tidak berani mengungkapkan perbuatan pelaku.

Beberapa perilaku yang dapat menjadi tanda anak sedang mengalami child grooming yaitu sering absen sekolah, sedikit bermain dengan temannya, memiliki banyak hadiah, memiliki hubungan dekat dengan orang yang lebih tua dan bukan kerabat atau saudara, sering menyendiri, berbohong, dan masih banyak tanda lainnya.

Jika anak menunjukkan tanda-tanda aneh yang tak biasa, maka sebaiknya orangtua mulai waspada. Dan orangtua dapat mencegah anak terjebak dalam child grooming dengan cara mengenali perilaku anak, tidak membiarkan anak berduaan dengan orang asing, menolak tawaran bantuan orang asing tentang anak, berbicara dan mendengarkan cerita anak. (*)

Baca Juga :   5 Tips Mengurangi Kerutan Di Bawah Mata

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *