Pemprov Jateng Komitmen Atasi Backlog Rumah 1,3 Juta Unit

Rembangnews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berkomitmen mengatasi backlog rumah sebanyak 1.332.968 unit.

Pemprov menargetkan masalah tersebut bisa teratasi dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin.

Taj Yasin mengatakan, backlog sebanyak 1.332.968 unit tersebut terus mengalami pengurangan. Sebab, pada 2025 ini di Jateng sudah ada sebanyak 161.340 unit rumah yang telah dibangun. Dengan begitu, sisa backlog rumah di Jateng hingga kini berada di angka 1.171.628 unit.

“Penyelesaian angka backlog perumahan ini akan dilaksanakan, dengan pembagian peran penyelesaian, antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/ kota, desa/ kelurahan, pengembang, NGO, CSR perusahan, dan swadaya,” beber dia.

Baca Juga :   Kawasan Pecinan Semarang Akan Direvitalisasi Tahun Ini

Untuk memastikan akurasi data backlog, Pemprov Jateng telah melakukan berbagai upaya, di antaranya meningkatkan koordinasi secara intens dengan kabupaten/ kota sampai dengan level desa/ kelurahan, dalam melaksanaan verifikasi dan validasi data backlog perumahan.

Selain itu, memanfaatan aplikasi Simperum dalam pengolahan data Backlog Perumahan di Provinsi Jawa Tengah. Aplikasi tersebut terintegrasi dengan data di Kementerian PKP dan data-data di kabupaten/ Kota.

Dijelaskan, Pemprov Jateng juga menggandeng kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, untuk melaksanakan Program KKN Tematik. Melalui program ini, telah dilakukan review terhadap data-data backlog perumahan, sampai level desa.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mencari, mencanangkan, dan mengoptimalkan Collaboration Funding dalam melaksanakan program-program perumahan di Jawa Tengah.

Baca Juga :   Suhu di Dieng Minus 2 Derajat, Muncul Embun Upas

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Gus Yasin ini, memaparkan perkembangan ketahanan pangan di wilayahnya.

Taj Yasin berharap, kehadiran Komisi VI DPR RI dapat memberikan dukungan dan fasilitasi kepada Pemprov Jateng. Sehingga program yang dijalankan, bukan hanya menjadi agenda Jateng, tetapi juga menjadi gerakan pembangunan bersama, yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Tengah

Reses Komisi VI DPR RI juga dihadiri pimpinan Danantara bersama sejumlah BUMN, seperti Semen Indonesia dan PTPN. Mereka menyatakan komitmen mendukung Jawa Tengah melalui program penanaman singkong, kelapa untuk gula semut, serta pengembangan ternak ayam.

Terkait percepatan penyelesaian backlog, Semen Indonesia Holding juga menawarkan inovasi bata interlog, yang dinilai dapat mempercepat pembangunan hunian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *