Pemkab Rembang Pastikan PMT Anak Stunting Terpenuhi Meski Ada Pemangkasan Dana Desa

Rembang, Rembangnews.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memastikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak stunting tetap terpenuhi meski ada pemangkasan anggaran Dana Desa (DD) 2026.

Kepala Puskesmas Pancur, dr. Trianovi Puspasari mengungkapkan bahwa PMT untuk mencegah stunting selama ini dibiayai dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas.

Dengan adanya pemangkasan dana, maka PMT bakal dilakukan bersinergi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tetap jalan.

PMT pencegahan stunting menyasar ibu hamil berisiko tinggi, anak dengan gizi buruk (wasting), anak dengan berat badan kurang (underweight), serta anak gagal tumbuh (weight faltering).

“Sedangkan PMT stunting sebenarnya menjadi tanggung jawab desa dan pemberiannya selama tiga bulan. Tadi ada keluhan terkait minimnya anggaran desa, sehingga kami konsultasikan dengan Dinas Kesehatan. Hasilnya, puskesmas segera bersinergi dan berkomunikasi dengan SPPG,” terang dr. Trianovi Puspasari.

Baca Juga :   Rembang Bakal Punya Sistem Informasi Pengelolaan Pasar

SPPG diharapkan memperluas cakupan layanan dengan menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B). Puskesmas akan mengusulkan agar kuota balita diprioritaskan bagi balita dengan kasus stunting.

“Balita stunting yang selama ini ditangani desa, nantinya bisa ditangani oleh SPPG. Sedangkan balita non-stunting untuk pencegahan bisa didukung dari BOK Puskesmas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pohlandak, Mundasir mengatakan bahwa kolaborasi dengan SPPG diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan anggaran yang dihadapi desa saat ini.

“Mudah-mudahan nanti tercukupi, karena bagaimanapun masalah kesehatan menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah kabupaten ataupun desa saja,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *