Rembang, Rembangnews.com – Suspek campak ditemukan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ada 29 kasus yang terdeteksi hingga Selasa (7/4/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Sofi’i mengatakan bahwa sebanyak delapan kasus dinyatakan sebagai campak secara klinis.
“Kami menerima laporan melalui sistem kewaspadaan dini, dan dari 29 suspek campak, delapan di antaranya sudah dinyatakan klinis sebagai campak,” ujarnya.
Sebaran kasus klinis tersebut berasal dari beberapa wilayah, yakni Kecamatan Sarang, Rembang, dan Gunem. Seluruh kasus pun ditangani sesuai prosedur, termasuk pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
“Semua kasus sudah kami tangani sesuai SOP, termasuk pengambilan sampel darah yang dikirim ke laboratorium provinsi. Saat ini kami masih menunggu hasil konfirmasi,” paparnya.
Hal ini menjadi peringatan agar waspada dan upaya pengendalian pun perlu terus dilakukan agar campak tak menyebar.
“Statusnya memang belum KLB, namun tingkat kewaspadaan harus kita tingkatkan. Kami terus melakukan langkah-langkah pengendalian agar kasus tidak bertambah,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Rembang mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker, menjaga etika batuk, serta rutin mencuci tangan. Mengingat campak merupakan penyakit yang mudah menular melalui droplet maupun udara, langkah pencegahan menjadi penting.
Selain itu, program imunisasi, termasuk bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin sesuai jadwal. Kegiatan ini dilakukan melalui posyandu dan sekolah dengan sasaran balita hingga anak usia sekolah.
“Imunisasi menjadi langkah paling efektif dalam mencegah campak. Kami pastikan vaksin tersedia dan diberikan secara gratis kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Rembang, dr. Samsul Anwar mengatakan ada satu pasien yang tengah menjalani perawatan.
“Per hari ini (Selasa, 7 April) ada satu pasien yang dirawat di RSUD. Penanganan kami lakukan sesuai standar pelayanan yang berlaku,” ujarnya.
Pihak rumah sakit juga terus melakukan pemantauan kondisi pasien serta menerapkan prosedur penanganan sesuai protokol medis. (*)







