Pemkab Terus Tuntaskan RTLH di Rembang, 16 Rumah Warga Jadi Sasaran

Rembang, Rembangnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus menuntaskan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Terbaru, dengan bantun PT Djarum, sebanyak 16 RTLH warga Rembang diperbaiki.

Belasan rumah itu diantaranya delapan unit rumah warga Desa Landoh Kecamatan Sluke, empat rumah warga Punjulharjo Kecamatan Rembang dan empat rumah warga Desa Bendo di Kecamatan Sluke dan 4 unit di Kecamatan Rembang.

Pembangunan rumah yang selesai dilakukan diserahterimakan kepada pemiliknya di Pendopo Museum Kartini, hari Kamis (29/10/2026).

Warga Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang bernama Wasduqi mengaku bersyukur karena pihaknya menjadi sasaran program tersebut. Ia sendiri sehari-hari bekerja sebagai butuh tani garam. Selama ini, ia dan keluarga khawatir saat hujan datang, karena rumahnya bocor dan dindingnya hanya terbuat dari anyaman bambu dan lantainya tanah.

Baca Juga :   Acara Car Free Night Akan Digelar di Rembang

“Dulu kalau hujan dan angin saya takut rumah roboh. Atap masih kayu, dindingnya gedeg (anyaman bambu), lantainya juga masih tanah, jadi kalau hujan sering bocor dan rembes. Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada PT Djarum yang sudah membantu membangun rumah kami,” ujarnya.

Bupati Rembang, Harno mengatakan bahwa program RTLH itu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Rembang dengan PT Djarum sudah terjalin cukup lama mulai dari keberadaan pabrik di Rembang hingga mampu mengurangi angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja. Semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia pun berharap jumlah bantuan rumah sederhana layak huni bertambah tahun depan.

Baca Juga :   Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap Dua Dibuka Mulai 17 November

“Tadi sudah saya sampaikan langsung. Dari 16, bisa minimal ke 50. Ya paling tidak, Rembang ada peningkatan,” ujarnya.

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan bahwa setiap rumah program RSLH dibangun dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan dan kesehatan bagi penerima manfaat.

“Dari 16 rumah itu ada 3 kategori. Yang dua kamar, rata-rata Rp 70 Juta, sedangkan yang 3 kamar habis Rp 82 Juta dan ada pula yang direnovasi kira-kira Rp 85 jutaan,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *