Titik Longsor di Jalan Sedangagung-Grawan Segera Diperbaiki, Anggaran Rp400 Juta

Rembang, Rembangnews.comTitik longsor di Jalan Sendangagung – Grawan yang menghubungkan Kaliori dan Sumber segera diperbaiki. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp400 juta.

Lokasi tersebut ternyata sering mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Sehingga perbaikan dilakukan agar transportasi masyarakat dapat melintas dengan aman dan lancar.

Bupati Rembang, Harno bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang melakukan peninjauan lokasi pada hari ini Rabu (10/6/2026).

Penanganan akan dilakukan sebagai solusi jangka panjang. Pemerintah daerah juga akan memprioritaskan perbaikan titik lokasi tersebut.

“Sudah empat kali atau lima kali diuruk, amblas lagi, amblas lagi. Nah, ini berusaha sekali ini selesai. Untuk bisa selesai ya harus kuat. Desainnya, pondasinya dalam,” paparnya.

Baca Juga :   Pasca Longsor di Desa Dowan Kecamatan Gunem, Penyaluran Bantuan Dilakukan

Perbaikan nantinya akan memperhatikan kekuatan konstruksi sehingga terjamin keamanan struktur dalam jangka panjang.

“Kalau masih kurang yakin, memungkinkan dikasih stut untuk menambah kekuatan. Tapi kalau dari ahli teknik PU sudah yakin dengan perhitungannya, ya tidak perlu. Saya hanya menyarankan cara yang lebih kuat lagi,” paparnya.

Perbaikan akan dilakukan segera. Pemerintah mengupayakan penanganan mulai Juni ini dikerjakan.

“Mudah-mudahan tidak lama. Bulan Juni ini kita berusaha bisa mulai dikerjakan,” ujarnya.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTaru Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo mengatakan bahwa proyek akan dimulai dengan membongkar tanah yang geser terlebih dahulu. Baru kemudian pembangunan dinding penahanan tanah dilakukan dengan konstruksi beton bertulang dengan pondasi strauss pile.

Baca Juga :   CFD Akan Digelar di Alun-alun Rembang Minggu Ini

Panjang dinding penahan tanah rencananya dibangun sepanjang 40 meter dengan tinggi 4 meter.

“Secara teknis nanti kami bongkar dulu tanah yang tergeser itu, kemudian kami pasang dinding penahan tanah. Konstruksinya menggunakan beton bertulang dengan pondasi menggunakan strauss pile,” paparnya.

Perbaikan sistem drainase juga akan dilakukan. Nantinya, drainase akan diperbesar dengan memasang sayap saluran untuk mengendalikan saluran air.

“Kami juga perbaiki gorong-gorongnya, dimensinya kami perbesar dan dipasang sayapan untuk mengamankan aliran air supaya tidak kembali menggerus badan jalan maupun tebing di sekitarnya,” paparnya.

Menurutnya, konstruksi penahan tanah yang ada perlu diperkuat agar mampu menahan tekanan tanah dan aliran air secara lebih optimal.

Baca Juga :   Perbaikan Jalan Tireman-Japerejo Rampung, Telan Anggaran Rp38 Miliar

“Faktor longsornya karena struktur dinding penahan tanah kurang kuat. Jadi nanti kami perbaiki dengan konstruksi yang lebih kuat,” paparnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *