Pasca Kasus Dugaan Keracunan Makanan MBG di Rembang, Pemkab Perkuat Pengawasan

Rembang, Rembangnews.comPasca kasus dugaan keracunan makanan dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Rembang, pemerintah setempat pun memperkuat pengawasan. Pemkab juga koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono mengatakan bahwa kelayakan dapur dan keamanan pangan menjadi standar yang wajib dipenuhi.

“Yang jelas kalau ada bangunan yang sudah keracunan, dapurnya jelek, kita tutup permanen. Karena itu membahayakan,” ujarnya.

Ia menilai keracunan dapat terjadi saat Standar Operasional Prosedur (SOP) tak dijalankan.

“Sering saya sampaikan bahwa intinya kalau ada kejadian, pasti adalah ketidakpatuhan terhadap SOP. Nah ini yang makanya harus kita tekankan terus kepada kepala dapur, kadang-kadang manusia lengah,” ujarnya.

Baca Juga :   Pemkab Optimalkan Layanan Jemput Bola Perekaman e-KTP Rembang

Kelalaian dalam penerapan prosedur keamanan pangan dapat menyebabkan dampak serius bagi para penerima manfaat.

“Tapi kan saya sampaikan bahwa kelengahan ini berakibat fatal. Kelengahan ini bisa berakibat kepada anak-anak siswa-siswa kita yang mengalami keracunan makanan,” ujarnya.

“Jadi nanti mungkin juga akan dilakukan oleh Wakil Bupati, akan mengadakan pengawasan langsung ke tiap-tiap dapur,” lanjutnya.

Jika masih ditemukan penyelenggaraan SPPG tak sesuai ketentuan, maka akan jadi bahan evaluasi dan koordinasi dengan BGN.

Hingga Kamis, (10/9/2026) malam, ada 28 anak yang dalam pemantauan. Kondisi mereka dilaporkan mulai membaik.

“Besok rencananya kami akan cek untuk siswa-siswa yang terdampak, yang sampai dengan malam ini informasi masih 28 anak. Nanti kan kita cek satu-satu, tapi informasinya sudah ke arah yang membaik,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *