Rembang, Rembangnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang targetkan tak ada Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam kasus dugaan keracunan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu diiringi dengan penguatan penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan pengawasan pada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ meminta SPPG konsisten menjalankan SOP dalam setiap tahapan penyediaan makanan.
“Jadi saya kira target zero KLB di pekan-pekan di masa-masa yang akan datang ini sangat realistis. Panjenengan semua yakin bisa melaksanakan program ini dengan baik, sesuai SOP,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SOP harus benar-benar dijalankan dari mulai pengadaan bahan baku hingga pendistribusian MBG.
“Tentu keselamatan dari penerima manfaat ini terlalu penting untuk dipertaruhkan karena kelalaian kita terhadap standar yang sudah diterapkan. Sekali lagi jadikan SOP ini sebagai prioritas utama dan pertama untuk mengelola program makan bergizi gratis ini,” ujarnya.
Komitmen seluruh pihak menjadi faktor penting untuk mewujudkan target zero KLB. Selain pemerintah daerah dan BGN, mitra serta pengelola SPPG memiliki peran langsung dalam memastikan seluruh prosedur berjalan dengan baik. (*)







