KSP Bhina Raharja Rembang Ternyata Berawal dari Perkumpulan Para Pengrajin Gerabah

Rembang, Rembangnews.com – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bhina Raharja genap berusia 38 tahun pada tanggal 16 Juli 2022 ini. Genap di usianya yang matang ini, KSP Bhina Raharja kini telah menjadi salah satu koperasi terbaik di Tanah Air.

Terbukti, KSP Bhina Raharja beberapa kali mendapat penganugerahan sebagai salah satu koperasi terbaik di Indonesia.

Salah satunya, adalah pemberian tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo kepada ketua KSP Bhina Raharja, Atna Tukiman pada tahun 2019 lalu.

Namun, siapa sangka, cikal bakal berdirinya koperasi ini berawal dari perkumpulan para pengrajin gerabah di Kabupaten Rembang pada tahun 1984 lalu.

“KSP Bhina Raharja terbentuk dari sebuah rapat kecil perkumpulan beberapa pengusaha kerajinan gerabah di kelurahan Sidowayah Kabupaten Rembang, rapat pembentukan ini berlangsung di kantor kelurahan dan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 1984 lalu,” jelas ketua KSP Bhina Raharja, Atna Tukiman, Sabtu (16/7/2022).

Baca Juga :   Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Digelar

Berjalannya waktu, Bhina Raharja yang berstatus pra-koperasi ini terus berkembang dengan jumlah anggota yang terus meningkat. Hingga pada usianya ke 10 tahun, Bhina Raharja mencatatkan nama sebagai koperasi simpan pinjam (KSP) pada badan hukum nasional.

“Total sudah ada sebanyak 50 kantor cabang dan 33 cabang pembantu yang tersebar di 4 provinsi di pulau Jawa. Ada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” paparnya.

Berdasarkan data yang dirilis KSP Bhina Raharja, pada tahun 2020 kemarin, total anggota yang tergabung berjumlah lebih dari 50 ribu orang, dengan total aset senilai Rp 141,1 miliar.

Angka ini mengalami peningkatan dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatannya pun hingga 12 persen lebih.

Baca Juga :   Jumlah Pencari Kerja di Rembang Meningkat Usai Lebaran

“Jika pada tahun sebelumnya, tahun 2019 berhasil membersamai sebanyak 42.959 anggota dengan aset senilai Rp 125,3 miliar,” terang Atna.

“Kemudian meningkat menjadi 50.849 anggota pada tahun 2020 dengan total nilai aset Rp 141,1 miliar. Pun pada tahun 2021 kemarin, terus mengalami peningkatan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *