Kartini Institute Pelajari Sejarah Rembang untuk Peringati Hari Jadi Rembang

Rembang, Mitrapost.com – Perkumpulan pemuda dan pemudi di Kabupaten Rembang mempelajari mengenai masa perkembangan Kabupaten Rembang dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Rembang yang ke-281 tahun.

Perkumpulan pemuda dan pemudi di Rembang ini dinamakan Kartini Institute. Mereka mengadakan kegiatan seminar online perihal perkembangan sejarah dan jejak sejarah kota Rembang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para pemuda pemudi yang tergabung dalam Kartini Institute dengan mengajak penulis buku dan pemerhati sejarah Rembang, Exsan Ali Setyo Nugroho sebagai narasumber dan di pandu oleh Candrika Ilham Wijaya yang merupakan Mahasiswa Arkeologi Universitas Gadjah Mada.

Acara bertajuk Sejarah Rembang dan Peran Pemuda Kini itu dilaksanakan pada hari Sabtu, (23/5/2022).

Baca Juga :   Pedagang Ingin Revitalisasi Pasar Rembang

Kegiatan ini mendiskusikan mengenai sejarah Rembang sebagai kota dari masa ke masa sekaligus juga mencoba mengulik jejak sejarah di Kabupaten Rembang.

Founder Kartini Institut, Anggi Renaldy Pratama menyampaikan bahwa kegiatan ini selain untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-281, sekaligus sebagai momentum untuk mengenalkan kepada semua generasi muda Rembang bahwa Kabupaten Rembang ini sudah eksis sejak ribuan tahun silam.

“Maka sudah seyogyanya kita sebagai generasi penerus ikut meneruakan cita-cita pendahulu kita untuk menjadikan rembang ini menjadi kota yang makmur damai dan sejahtera,” pungkas Renaldy.

Mas Exsan selaku narasumber mengutarakan bahwa dalam memajukan Rembang perlu dukungan kepada masyarakat dengan pelestarian budaya dan sejarahnya.

Baca Juga :   Polemik Pelabuhan Sluke Rembang Berlanjut

Dia juga berpesan kepada pemuda dan pemudi di Rembang supaya menjaga peninggalan sejarah arkeologi yang masih bisa ditemukan di Rembang.

“Tanpa didukung dengan pelestarian budaya dan sejarahnya maka kemajuan itu hanyalah omong kosong belaka. Oleh karena itu, banyaknya tinggalan sejarah arkeologi yang masih bisa ditemukan di Rembang seharusnya para pemuda ikut serta menjaga budaya yang diturunkan oleh nenek moyang. Dengan begitu, Rembang akan semakin maju tanpa meninggalkan budaya dan sejarahnya,” terangnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *