Rembangnews.com – Guna mengatasi persoalan sampah di Rembang, mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan inovasi insinerator pembakar sampah minim asap.
Inovasi ini diharapkan bisa membantu menyelesaikan persoalan lingkungan di Kota Garam. Terlebih sampah seringkali menjadi salah satu faktor penyebab bencana.
“Sampah merupakan salah satu mata rantai penyebab terjadinya banjir, polusi udara, serta lingkungan yang tidak sehat. Melalui insinerator ini, masyarakat dapat membakar sampah, khususnya sampah organik, dengan tingkat asap yang sangat minim,” ujar Dosen Pembimbing Lapangan KKN, Dr. Sailal Arimi, M.Hum.
Salah satu perwakilan mahasiswa, Kemal mengatakan bahwa insinerator dapat dimanfaatkan untuk membakar sampah dengan kelebihan sistem pemkarannya lebih sempurna. Sehingga bisa mengurangi volume sampah secara signifikan dan menekan emisi asap.
“Dengan proses pembakaran yang lebih terkendali, sisa polusi dapat diminimalkan. Hal ini diharapkan mendukung kebersihan lingkungan sekaligus menjaga kesehatan masyarakat,” paparnya.
Kepala Desa Panohan, Amir mengatakan bahwa inovasi tersebut memiliki keunggulan karena mudah dibuat dan diterapkan oleh warga. Sehingga harapannya inovasi tersebut bisa diterapkan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi adik-adik KKN UGM yang telah mengenalkan dan mempraktikkan insinerator pembakar sampah minim asap ini. Alat ini memberikan alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman karena asapnya terkendali dan tidak mengganggu pernapasan warga sekitar,” jelasnya. (*)












