Festival Thong-thong Lek Rembang 2026 Usung Tema Tempo Dulu

Rembang, Rembangnews.comFestival Thong-thong Lek Rembang tahun 2026 ini mengusung tema ‘tempo dulu’ rentang era 1970-an hingga 1990-an.

Acara akan menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus memperkuat identitas kearifan lokal.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati mengatakan bahwa tema, pemilihan lagu, konsep kostum peserta, tata letak panggung kehormatan, rute, spesifikasi kendaraan, hingga pengaturan tata suara telah dibahas.

“Setelah rapat koordinasi lintas sektor, kita sepakati tema tahun ini adalah era 70-an sampai 90-an. Termasuk lagu dan kostum yang akan digunakan peserta. Selain itu, tata letak panggung kehormatan, rute, spesifikasi kendaraan, hingga pengaturan sound system juga sudah ada progres dibanding rapat sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga :   Bupati Rembang Tegaskan Penanganan Stunting Adalah Tugas Bersama

Meski begitu, pihaknya bakal kembali menggelar rapat teknis untuk mematangkan detail termasuk persyaratan administrasi peserta.

Peserta wajib warga Kabupaten Rembang yang dibuktikan dengan dokumen kependudukan seperti KTP atau Kartu Keluarga.

Dari sisi teknis lapangan, koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Perhubungan untuk memastikan kendaraan peserta memenuhi ketentuan, yakni menggunakan kendaraan roda empat. Selain itu, rute yang akan dilalui akan diverifikasi kembali guna menjamin aspek keamanan dan kelayakan.

“Kami sudah berembug juga dengan Dishub, bahwa kendaraan nanti kita cek sebelum pelaksanaan. Jadi, betul-betul kendaraan itu roda empat,” terangnya.

Aspek pengamanan turut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan sebelumnya, panitia akan menyiapkan barikade pembatas serta menempatkan petugas pada titik-titik strategis guna mengantisipasi potensi kepadatan dan gangguan selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga :   Antisipasi Kasus ABK Meninggal Saat Melaut, Polres Rembang Gelar Cek Kesehatan

“Ini kami minta juga nanti dari EO ada petugas yang jaga selain batas pembatas itu,” ucapnya.

Untuk menjaga kualitas dan kondusivitas acara, jumlah peserta dibatasi maksimal 25 kelompok. Daftar lagu yang dapat dibawakan telah ditentukan, antara lain “Rembang Bangkit”, “Perdamaian” karya KH. Ahmad Buchori Masruri, “Kota Santri” oleh H. Suhemi (Nasida Ria), “Jilbab Putih”, “Sajadah Panjang”, “Tuhan”, “Ada Anak Bertanya pada Bapaknya”, serta lagu-lagu tradisional dan religi seperti “Lir-Ilir”, “Turi Putih”, “Sluku-Sluku Bathok”, “Sholawat Badar”, dan “Ya Nabi Salam Alaika”. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *