Rembang, Rembangnews.com – Dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) terjadi di SDN Balongmulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang.
Akibatnya, per Rabu (22 April 2026), operasional SPPG Karangharjo yang menjadi penyalur MBG ke sekolah tersebut telah dihentikan sementara sesuai arahan Badan Gizi Nasional melalui surat Nomor 1845/D.TWS/04/2026.
Penghentian sementara ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sekaligus bagian dari proses evaluasi, termasuk penyesuaian sarana prasarana dan standar operasional agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Rembang sendiri memastikan jika penanganan SDN Balongmulyo berjalan dengan baik dan terkendali, serta terkoordinasi bersama fasilitas layanan kesehatan, dengan kondisi siswa yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Evaluasi menyeluruh juga dipastikan dilakukan guna memastikan penyebab serta mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
Camat Kragan, Nasaton Rofiq mengatakan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Karangharjo bersama yayasan pengelola berkomitmen melakukan pembenahan.
“Dari pihak SPPG siap berbenah. Ini menjadi pembelajaran bersama. Yayasan juga akan memperketat pengawasan, dan jika ada kelalaian akan diberikan sanksi. Proses mulai dari penerimaan bahan, sortir, hingga penyaluran akan diperbaiki,” ujarnya.
Ada indikasi kejadian mengarah pada salah satu menu makanan yang berpotensi mengalami penurunan kualitas akibat kemasan yang kurang layak. Untuk itu, seluruh tahapan distribusi menjadi fokus evaluasi secara menyeluruh.
Hasil koordinasi dengan Puskesmas Kragan II per Rabu pagi (22/4) menunjukkan sebagian besar telah mengalami perbaikan.
“Anak-anak yang dirawat kondisinya terus membaik. Saat ini tinggal menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Rembang juga menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan siswa ditanggung sepenuhnya, sehingga tidak membebani orang tua.
“Yang jelas harus gratis. Yang terpenting adalah penanganan terlebih dahulu. Untuk teknis pembiayaan dapat dikomunikasikan lebih lanjut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii, menyampaikan pihaknya telah melakukan langkah cepat penanganan, antara lain menurunkan tim surveilans, kesehatan lingkungan, gizi, dan pelayanan kesehatan pada 21 April 2026.
Kemudian melakukan koordinasi penanganan cepat melalui Puskesmas setempat, berkoordinasi dengan SPPG untuk penghentian sementara distribusi dan konsumsi MBG pada sasaran terkait, melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kejadian.
Serta mengambil sampel bahan makanan, makanan jadi, serta spesimen lain untuk pemeriksaan laboratorium dan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui koordinator wilayah Rembang. (*)













