Pemkab Rembang Bakal Bangun 27 Embung Tambahan Antisipasi Kekeringan

Rembang, Rembangnews.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bakal bangun 27 embung tambahan guna mengantisipasi kekeringan di musim kemaru.

Pembangunan embung ini diharapkan mendukung ketersediaan air pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah. Sehingga produktivitas pertanian tak terganggu selama musim kemarau panjang.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan bahwa air yang ada di embung yang sudah ada diharapkan bisa mencukupi kebutuhan hingga musim tanam kemuda (MT2).

“Harapan kami, dengan masih adanya hujan di beberapa waktu terakhir, embung-embung ini bisa terisi kembali meskipun belum optimal,” paparnya.

Pembangunan 25 embung akan dilakukan dengan dukungan anggaran APBN dengan pola swakelola bersama kelompok tani. Sedangkan dua embung lainnya akan dibangun melalui APBD Kabupaten Rembang sebagai bentuk dukungan penguatan infrastruktur pertanian daerah.

Baca Juga :   Dua Santri di Rembang Jadi Korban Pelecehan Pengasuh Pondok

Selain itu, irigasi perpompaan (IRPOM) juga akan ditambah di sejumlah wilayah untuk memperkuat suplai air bagi lahan pertanian yang rawan mengalami kekeringan.

“Harapan kami permasalahan kekurangan air di musim kemarau, apalagi kemarau tahun ini yang diprediksi cukup panjang bisa terbantu dengan prasarana air yang kami sebutkan tadi,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian dan Pangan, sejumlah wilayah mulai mengalami penurunan ketersediaan air, khususnya pada lahan tadah hujan di wilayah Rembang kota dan Kecamatan Sumber.

“Ini menjadi PR kami untuk memastikan tanaman di sekitar sumber air tetap bisa bertahan dan dipanen pada MT2,” jelasnya.

Pemkab juga meningkatkan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian sebagai langkah antisipasi terhadap dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau lebih panjang.

Baca Juga :   Batik Tulis Lasem Jadi Salah Satu yang Dipajang di Museum Batik Indonesia

Ke depan, Pemkab Rembang juga mempertimbangkan pengembangan program asuransi pertanian, khususnya untuk komoditas padi. Program tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi petani dari risiko gagal panen akibat kekeringan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *