Jalan Rusak Berat di Rembang Masih 16,3 Persen

Rembang, Rembangnews.comJalan rusak berat di Kabupaten Rembang masih ada 16,3 persen dari total panjang jalan kabupaten sekitar 594 kilometer ditambah jalan poros desa sepanjang 259 kilometer. Sedangkan jalan rusak ringan 12,4 persen.

Meski begitu, jalan yang dalam kondisi baik sudah mencapai 42,5 persen dan sedang 28,8 persen. Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala DPUTARU Kabupaten Rembang, Maryosa.

Dengan begitu, Rembang memiliki peluang lebih banyak untuk mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Sebelum program Inpres Jalan Daerah, jalan mantap kita berada di angka 71,17 persen. Kalau daerah sudah mencapai 90 persen seperti kota-kota besar, biasanya bantuan dari pusat justru lebih sedikit karena dianggap sudah baik,” paparnya.

Baca Juga :   Kebutuhan Alsintan Rembang Masih 700 Unit

Pemkab Rembang sendiri akan melakukan peningkatan kualitas jalan secara bertahap dengan mengusahakan pendanaan dari APBD atau pusat.

“Kita sesuaikan antara kondisi jalan dan kemampuan anggaran yang ada agar pembangunan tetap berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, jalan yang sudah diperbaiki lewat Program Inpres Jalan Daerah (IJD) yaitu pelebaran ruas Sulang–Krikilan, rekonstruksi jalan Tireman–Japerejo, serta preservasi ruas Landoh–Seren.

DPUTARU sendiri juga mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin Rp12 miliar untuk tahun ini. Rp10 miliar dari APBD induk dan Rp2 miliar dari pergeseran anggaran.

“Kami memiliki anggaran pemeliharaan rutin jalan sekitar Rp12 miliar. Saat ini sudah berproses untuk penanganan jalan sepanjang 31,303 kilometer,” paparnya.

Kemudian ada Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk peningkatan ruas jalan Leran–Kajar–Kepohagung sepanjang sekitar 1,3 kilometer dengan nilai anggaran lebih dari Rp2 miliar. Ruas Banyuurip–Gunem juga akan segera dikerjakan setelah proses kontrak selesai.

Baca Juga :   Jelang Operasi Ketupat Candi 2025, Personel Polres Rembang Jalani Pengecekan Kedisiplinan

Maryosa menambahkan, percepatan pelaksanaan proyek fisik menjadi salah satu fokus agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran.

“Program fisik kami dorong supaya berada di depan semua. Jadi pekerjaan besar-besar segera dimulai sehingga tidak menumpuk di akhir tahun,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *