Pemkab Rembang Terus Upayakan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Rembang, Rembangnews.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus mengupayakan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Salah satu yang dilakukan adalah dengan menguatkan inovasi Temokno, Laporno, Openi (TELPONI).

Upaya penurunan AKI dan AKB dilakukan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, pemerintah desa, hingga berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

“Kesehatan ibu dan bayi merupakan indikator keberhasilan pembangunan kesehatan. Setiap ibu berhak menjalani kehamilan yang sehat. Oleh karena itu, upaya menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi harus menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya sektor kesehatan semata,” paparnya.

Baca Juga :   Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kini Juga Sasar Ketua RT dan RW

Inovasi Telponi ini pun menjadi wujud kepedulian pemerintah dalam menjaga keselamatan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi.

Masyarakat pun diimbau berperan aktif menemukan ibu hamil berisiko tinggi, segera melaporkan apabila terdapat kondisi kegawatdaruratan, serta memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan tepat oleh fasilitas pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Sofii mengatakan bahwa kasus kematian ibu dan bayi masih menjadi persoalan.

Pada tahun 2025 sendiri, jumlah kematian ibu di Rembang mencapai lima kasus atau ada sekitar 72 kematian per 100 ribu kelahiran hidup.

“Jumlah kematian ibu di tahun 2025 adalah sebesar lima kematian ibu. Ini merupakan angka terendah sepanjang sejarah Kabupaten Rembang,” paparnya.

Baca Juga :   47 KKN UGM Diterjunkan di Kecamatan Gunem dan Pancur Rembang

Untuk kematian bayi pada tahun yang sama mencapai 96 kasus atau sekitar 14 kematian per 1.000 kelahiran hidup.

“Kematian bayi di tahun 2025 berada di angka 96 kasus atau sekitar 14 per 1.000 kelahiran hidup. Ini juga merupakan capaian yang cukup baik dan termasuk yang terendah sepanjang sejarah di Kabupaten Rembang,” paparnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *