Rembangnews.com – Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Erupsi masih terjadi pada hari ini Sabtu (5/9/2026).
Saat ini, status Gunung Anak Krakatau Siaga atau di Level III. Runtuhan erupsi gunung ini dipastikan tak berpotensi menyebabkan tsunami.
“Meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologinya tetap dipantau secara intensif,” ujar Kepala Badan Geologi Lana Saria dilansir dari Kompas.
Pemantauan gunung yang berada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung itu dilakukan lewat Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Kalianda, Lampung Selatan, dan Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.
Pada 2018 silam, Gunung Anak Krakatau sempat erupsi usai gempa mengguncang. Erupsi tersebut dan longsoran gunung menyebabkan tsunami di Selat Sunda. Erupsi dengan skala rendah juga masih terus terjadi hingga 16 Desember 2023.
Erupsi Gunung Anak Krakatau tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik berlangsung hingga 5 September 2026. Aktivitas Gunung Anak Krakatau berubah menjadi erupsi menerus yang disertai suara gemuruh.
Tinggi kolom erupsi masih belum bisa diamati. Namun erupsi berwarna merah tampak menyala jelas.
“Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur adalah fenomena umum yang sering terjadi,” ujarnya.
“Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi G. Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan,” lanjutnya. (*)







