105 Siswa dan 8 Guru SMAN 1 Rembang Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Rembang, Rembangnews.com – Sebanyak 105 siswa dan delapan guru SMA Negeri 1 Rembang diduga keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (24/9/2026).

Mereka diantaranya mengalami diare dan mual. Kepala SMAN 1 Rembang, Endang Sri Lestari membenarkan adanya dugaan keracunan makanan tersebut. Data jumlah siswa dan guru yang mengalami dugaan keracunan itu dihimpun per Jumat (25/9/20226) pagi.

“Sebanyak 105 murid terdampak diare dan ada delapan guru. Untuk tendik tidak ada,” ujarnya dilansir dari Detik.

Hingga Jumat (25/9/2026) malam, sebanyak 28 siswa diketahui masih mengalami gejala tersebut. Sedangkan siswa lainnya dilaporkan sudah membaik.

Endang menyebut, laporan siswa mengalami diare ia terima pada Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Baca Juga :   Peninjauan Pelaksanaan MBG di SDN 1 Kutoharjo Rembang, Pastikan Menu Sesuai Standar

“Sekitar pukul 09.30 saya ditelepon Waka Humas, bilang ada beberapa anak yang diare. Akhirnya saya minta dibuatkan list data anak, diperjelas siapa yang merasa sakit perut dan diare,” ujarnya.

Mereka yang mengalami gejala mendapatkan penanganan di UKS. Sedangkan pihaknya lantas berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Magersari 2 sebagai penyuplai MBG.

“Setelah saya koordinasi dengan Waka Humas, saya langsung telepon SPPG saya minta untuk ke sekolah. Dan SPPG setelah dari sekolah langsung koordinasi dengan dokter untuk minta petunjuk obat yang harus diberikan, tadi pukul 14.30 WIB dari SPPG mengantar obat dan pengganti cairan Hidrococo, beberapa kardus untuk anak-anak yang belum pulang (Ikut ekstrakulikuler). Alhamdulillah pihak SPPG kooperatif,” ujarnya.

Baca Juga :   Terindikasi Basi, 736 Porsi Makanan MBG SMP Negeri 5 Rembang Dikembalikan ke SPPG

“Alhamdulillah sampai tadi sore ada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka untuk kelas X, dan tambahan TKA untuk kelas XII, anak-anak kondisi aman,” lanjutnya.

Ia memastikan tidak ada siswa atau guru yang harus sampai menjalani perawatan di puskesmas atau rumah sakit. Kondisi kesehatan mereka juga terus dipantai lewat ketua kelas.

“Tidak ada, anak-anak minum obat dari sekolah. Sore tadi dikirim obat dari SPPG dan minuman Hidrococo,” katanya.

Diketahui, menu MBG yang disajikan saat itu adalah nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali. Endang menduga, rasa pedas dan saus dari makanan yang menjadi penyebab para siswa mengalami diare.

“Kalau dugaan saya mungkin pedas, sama ada saus, sehingga anak yang kondisi tidak fit jadi diare. Kebetulan saya juga makan, alhamdulillah saya tidak ikut diare,” ungkapnya.

Baca Juga :   Hasil Pemeriksaan Jajan pada Kasus Keracunan di Rembang Keluar

Meski begitu, penyebab pasti keluhan yang dialami ratusan siswa dan guru tersebut, perlu ditelusuri lebih lanjut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *