Rembang, Rembangnews.com – Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) lansia di Rembang bernama Kasnadi (66) sudah tak cair sejak Januari 2026.
Warga asal Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber itu ditempatkan di desil 6 hingga 10 pada pemeringkatan desil atau dianggap mampu. Padahal, kondisi riil tak demikian.
Bupati Rembang, Harno pun turun tangan. Ia langsung mendatangi kediaman lansia tersebut pada Jumat (24/5/2026).
Bupati datang berkunjung didampingi Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Sosial PPKB, pendamping PKH, pihak kecamatan hingga tenaga kesehatan dari Puskesmas Pancur.
Mereka juga berbincang hangat selama sekitar 20 menit, percakapan yang bukan hanya berisi keluh kesah, tetapi juga harapan.
Dengan nada penuh empati, Bupati Harno memastikan bahwa persoalan yang dialami Mbah Kasnadi segera ditindaklanjuti. Ia berkomitmen mendorong perbaikan data ke Kementerian Sosial agar bantuan PKH bisa kembali diterima.
“Kita ke sini untuk mencari solusi yang cepat. Tadi saya juga tawari ke rumah sakit karena melihat kondisinya, namun beliau tidak mau. Apapun yang terjadi ingin di rumah saja. Untuk kebutuhan pokok sehari-hari, Pemkab dan pemdes akan menanggung,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kedungadem, Zulianah mengatakan bahwa Mbah Kasnadi menerima bantuan dari Baznas sebesar Rp300 ribu per bulan yang dicairkan tiap enam bulan sekali. Selain itu, pemerintah desa berencana memasukkan namanya sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, sambil menunggu proses perbaikan data PKH.
Mbak Kasnadi sendiri mengaku senang dengan kunjungan tersebut.
“Walah banget senenge, Alhamdulillah seneng Ya Allah. Mugi-mugi Pak Harno, Bu Harno diparingi sehat. Rakyate ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi,” ujarnya. (*)







