DPUTARU Rembang Mulai Lakukan Perbaikan, Pasca Diterpa Bencana

Rembang, rembangnews.com – Beberapa musibah mulai menerpa Kabupaten Rembang akibat cuaca kurang baik akhir – akhir ini. Banjir sampai tanah longsor menyebabkan bermacam sarana publik kesimpulannya rusak.

Bermacam musibah hidrometeorologi akibat curah hujan besar pernah menerpa sebagian daerah di Kabupaten Rembang. Tercatat lebih dari 4 kecamatan terendam banjir akibat cuaca kurang baik di dini tahun ini.

Bukan cuma itu, longsor sampai jembatan ambrol ikut memberi warna beberapa musibah di Kabupaten Rembang. Dampaknya, total kerugian yang ditimbulkan menggapai lebih dari Rp1 miliyar.

Revisi juga mulai dicoba baik oleh beberapa masyarakat, pemerintah desa setempat, ataupun Organisasi Fitur Wilayah terpaut. Dinas Pekerjaan Universal serta Penyusunan Ruang atau DPUTARU Rembang ikut andil dalam revisi tersebut.

Baca Juga :   Satgas Covid-19 Rembang Layani Penyemprotan Desinfektan

Ganti Arto Stephanus selaku Kepala Dputaru Rembang mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus pada perbaikan jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana.

“Untuk titik-titik yang mengalami musibah banjir, memang ada beberapa yang perlu mendapatkan penanganan khusus terutama jembatan,” ungkapnya.

Menurut keterangan Ganti Arto, pihaknya telah mendata sebanyak dua belas jembatan yang akan dilakukan perbaikan oleh DPUTARU Rembang. Diantaranya yaitu, Jembatan Gandri, Kedung ringin, Mlojo 1 dan 2, Kepohagung, Pondok Rejo, Samaran, Selopuro, Pakis, Sale dan gorong-gorong di Sedan Timur.

Selain itu, DPUTARU juga telah melakukan perbaikan jalan rusak di beberapa wilayah kecamatan, akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Rembang selama beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :   Kebakaran di Desa Kemandu Rembang, Mobil Pemadam Dikerahkan

“Untuk jalan juga tengah dilakukan perbaikan, saat ini data yang sedang diperbaiki ada jalan di depan Pasar Sarang, jalan depan Pondok Pesantren Sarang, Argopuro, Pakel, Megulung, Sale, dan Sendang Mulyo,” imbuhnya.

Data tersebut diperkirakan akan bertambah seiring dengan laporan masyarakat maupun pemerintah desa. Hal itu dikarenakan, prediksi cuaca hingga saat ini masih belum stabil, sehingga resiko kerusakan akibat hujan deras dimungkinkan juga akan terus bertambah. (*)

sumber : Mitrapost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *