Bipolar Disorder, Gangguan Mental Yang Dialami Marshanda

Rembangnews.com – Istilah Bipolar Disorder tentunya tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, gangguan mental ini dialami oleh Marshanda. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia pada 10 Oktober kemaren, aktris sekaligus penyanyi terkenal Marshanda berkolaborasi dengan TikTok meluncurkan video bertajuk “Seeing The Unseen” yang bertujuan untuk menghilangkan stigma negatif mengenai gangguan mental.

Lantas, apa itu Bipolar Disorder? Dari WebMD, bipolar adalah gangguan mood jangka panjang yang dapat mempengaruhi cara berpikir, perasaan, bahkan perilaku seseorang. Sampai saat ini bipolar belum bisa disembuhkan total, tapi masih dapat dikontrol untuk mengelola gejalanya.

Di beberapa podcast Marshanda telah mengaku mengalami berbagai macam gejala dari penyakit tersebut. Dia mengatakan kesulitan untuk memiliki suasana hati yang stabil. Berikut lebih lengkap penjelasan mengenai gangguan mental Bipolar :

 

Penjelasan Bipolar Disorder

 

  1. Pengertian Bipolar Disorder

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood secara ekstrem. Kondisi ini membuat suasana hati pengidapnya berubah secara tiba-tiba, dari sangat bahagia (mania) menjadi sangat sedih (depresi).

Beberapa orang sering menyamakan gangguan bipolar dengan depresi, keduanya berbeda. Saat sedih, pengidapnya akan merasa sangat tertekan, putus asa, dan kehilangan semangat. Berbeda ketika senang, mereka akan beraktivitas dengan penuh gairah.

Baca Juga :   15 Bahaya Abu Vulkanik Letusan Gunung Semeru bagi Kesehatan

Jika berlarut, gangguan ini dapat memengaruhi produktivitas dan hubungan dengan orang lain. Menurut data WHO, kurang lebih 45 juta orang di dunia mengidap gangguan bipolar. Setengah dari kasus bipolar dialami oleh anak berusia di bawah 25 tahun.

Perubahan suasana hati secara tiba-tiba ini dapat memengaruhi tidur, energi, aktivitas, perilaku, dan kemampuan berpikir pengidapnya. Gangguan bipolar adalah kondisi seumur hidup. Artinya, gangguan mental ini tidak benar-benar bisa sembuh. Meski begitu, gejalanya bisa terkelola dengan baik melalui terapi dan pengobatan.

Gangguan ini berupa episode-episode yang berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa bulan. Di luar episode gangguan mood, penderitanya dalam keadaan normal.

Berikut merupakan beberapa jenis gangguan mental bipolar :

  • Gangguan Bipolar I

Pada bipolar disorder tipe I, setidaknya Anda mengalami satu atau lebih episode mania atau hipomania. Fase tersebut dapat didahului atau diikuti oleh episode hipomania atau depresi.

  • Gangguan Bipolar II

Pada tipe ini, Anda setidaknya mengalami satu episode depresi dan atau hipomania. Namun, Anda tidak pernah mengalami episode mania.

  • Gangguan Siklotimia

Gangguan ini terjadi saat periode gejala hipomania dan depresi berlangsung setidaknya selama dua tahun. Umumnya, gangguan bipolar jenis ini memiliki gejala yang lebih ringan daripada tipe I atau II.

  • Jenis gangguan bipolar lain
Baca Juga :   10 Tips Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat Otak

Gangguan bipolar ini ditandai dengan periode perubahan mood yang abnormal secara drastis, tetapi tidak memenuhi kriteria bipolar I, II, atau siklotimia. Contohnya, gangguan bipolar oleh obat-obatan tertentu, alkohol, atau karena kondisi medis, seperti penyakit Cushing, multiple sclerosis, atau stroke.

 

  1. Penyebab

Penyebab bipolar disorder belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, ada beberapa kondisi yang diduga berperan dalam berkembangnya penyakit bipolar, yaitu :

  • Ketidakseimbangan zat kimia dalam otak

Otak dapat mengalami perubahan fisik. Hal ini berpengaruh pada jumlah bahan kimia otak (neurotransmitter) terkait suasana hati seperti noradrenalin, serotonin, dan dopamin.

Ketidakseimbangan zat kimia di dalam otak dapat membuat Anda mengalami gejala bipolar disorder. Contohnya, episode mania sering terjadi karena tingkat hormon noradrenalin di dalam otak terlalu tinggi.

  • Keturunan

Faktor genetic bisa menyebabkan bipolar disorder. Gangguan ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki saudara kandung atau orangtua dengan kondisi serupa.

  • Pengaruh lingkungan

Para peneliti telah menemukan bahwa mungkin terdapat beberapa faktor sosial yang dapat menyebabkan timbulnya bipolar disorder. Faktor-faktor tersebut dapat berupa stress atau trauma seperti kematian anggota keluarga terdekat, hubungan yang buruk dengan orang lain, perceraian, dan masalah keuangan.

Baca Juga :   Awas Ambeien Stadium 3! Kenali Tanda-Tandanya

 

  1. Gejala

Gejala gangguan bipolar pada masing-masing orang dapat berbeda, tergantung episode atau fase. Berikut sejumlah gejala bipolar disorder pada episode mania :

  • Terlalu bahagia, berenergi, dan bersemangat.
  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung.
  • Kurang tidur atau merasa tidak butuh tidur yang lama.
  • Berbicara sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu ke topik lainnya.
  • Pikiran terasa seperti berpacu.
  • Berpikir bisa melakukan banyak hal sekaligus.
  • Sering membuat keputusan yang buruk, seperti makan dan minum secara berlebihan, menghabiskan banyak uang, atau melakukan hubungan seks berisiko.

Berbeda dengan fase mania, episode depresi membuat pengidapnya sangat sedih dan sulit untuk beraktivitas. Berikut gejala gangguan bipolar pada fase depresi :

  • Sangat sedih, khawatir, hampa, atau putus asa.
  • Kehilangan ketertarikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Makan lebih sedikit.
  • Sering mengantuk dan malas.
  • Terlalu sadar diri dan minder.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Pemikiran untuk bunuh diri.

Tanda-tanda gangguan bipolar lainnya bisa berupa gangguan kecemasan, melankolis, dan psikosis. Gejalanya juga bisa muncul dalam masa kehamilan atau perubahan musim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *