Bupati Rembang Imbau Pihak Sekolah Tak Paksakan Pemakaian Pakaian Adat

Rembang, Rembangnews.com – Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengimbau para pihak sekolah agar tidak memaksakan murid memakai pakaian adat sebagai seragam sekolah dan tidak melakukan pengadaan.

“Pak kepala dinas, sudah menyampaikan ke anak didik, yang penting tidak memberatkan pada wali murid. Jangan dipaksakan dan jangan ada pengadaan,” jelas Bupati Hafidz.

Lebih lanjut, pihaknya menerangkan bahwa penggunaan baju adat untuk siswa sebenarnya mulai berlaku di tahun ajaran 2023/2024, jika didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Aturan tersebut menerangkan bahwa seragam sekolah bagi siswa di tingkat SD hingga SMA terdiri dari tiga yaitu seragam nasional, pramuka, serta pakaian adat.

Baca Juga :   Hasiroh Hafidz Kunjungi Makam RA Kartini

Bupati Hafidz sendiri menilai, siswa di Kabupaten Rembang cukup mengenakan batik Lasem sebagai bawahan dan baju berwarna putih, serta memakai peci bagi pria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *