Rembangnews.com – Selain terkenal sebagai kota wisata, Yogyakarta tidak lepas dari masyarakatnya yang kental dengan hal mistis. Bahkan beberapa tempat dipercaya memiliki cerita seram, salah satunya adalah bunker Kaliadem. Di balik pemandangan indahnya, bunker Kaliadem ternyata memiliki sisi yang mistis.
Di bunker Kaliadem konon sering terdengar suara tangisan dan selalu memberikan suasana kelam bagi pengunjung. Penasaran apa sebenarnya bunker itu dan bagaimana cerita horornya? Simak cerita lengkapnya berikut ini:
Sudah ada sejak zaman Belanda yang berguna untuk tempat berlindung
Secara administratif, bunker Kaliadem terletak di Kinarejo, Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaraknya cukup dekat dengan Gunung Merapi, sehingga pemandangan gunung cukup jelas.
Kabarnya, bungker Kaliadem ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Bunker tersebut menjadi tempat berlindung masyarakat apabila Gunung Merapi meletus. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Gunung Merapi hingga kini masih berstatus aktif. Tidak hanya itu, bunker ini juga memiliki berbagai fasilitas seperti toilet, pintu baja setebal 15 cm, dan dinding beton setebal 25 cm.
Kisah dua relawan yang tewas di bunker Kaliadem
Pada tahun 2006 silam, Gunung Merapi mengalami letusan dahsyat. Sedikitnya ada 151 orang meninggal dunia akibat bencana alam tersebut. Kabarnya, dua diantara korbannya ditemukan tewas di bunker Kaliadem.
Berdasarkan cerita yang beredar, ada seorang relawan yang sedang bertugas di bunker tersebut. Kemudian ada seorang warga yang berusaha mengajak warga lain untuk masuk ke dalam bunker. Namun tidak ada warga lain yang mendengar ajakannya.
Kemudian kedua orang itu masuk ke dalam bunker dan mengira bahwa bunker tersebut aman. Sayangnya, justru di bunker tersebutlah mereka berdua meninggal. Ketebalan beton dan baja tidak bisa benar-benar menjadi peredam panas gembel wedhus dan lahar panas Gunung Merapi kala itu. Bahkan, suhu di dalam bunker disebut-sebut naik hingga 200 derajat celcius.
Sempat tertimbun material letusan Gunung Merapi
Pasca jatuhnya korban jiwa, bunker Kaliadem tidak lagi direkomendasikan sebagai tempat berlindung saat Gunung Merapi meletus. Bahkan pada tahun 2010, ketika Gunung Merapi kembali meletus lebih dahsyat, bunker ini sempat dikabarkan menghilang karena tertimbun material letusan Gunung Merapi.