Konser Makan Korban, Pemkot Semarang Akan Lakukan Evaluasi

Semarang, Rembangnews.com – Usai adanya korban meninggal saat menonton konser, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pun akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan konser di Semarang.

Sebelumnya, seorang penonton bernama Ahmad Arsyad Disky (17) dikabarkan meninggal saat menonton konser JKT48 di Semarang.

Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu pun memerintahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk melakukan pengecekan.

“Nanti kami akan meminta kepada teman-teman Disbudpar, karena memang yang pertama kalau emang ada kegiatan pasti ada perizinan. Tapi mungkin juga evaluasi untuk kapasitasnya, SOP untuk ada emergency, kan biasanya kalau kita rapat saja ada emergency kan. Kalau misal sakit harus kemana, kami akan mengecek tentang konser-konser yang ada di Semarang,” jelasnya.

Baca Juga :   Pemkab Rembang Gelar Upacara Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-77

Ia mengatakan bahwa keluarga korban bercerita jika sang anak dalam kondisi sehat sebelum berangkat. Namun saat berada dalam konser, ia diduga merasa kurang enak badan.

“Saya enggak tahu yang di dalamnya ya. Mungkin karena konsernya, berdiri mungkin penuh, karena memang JKT 48 gitukan pasti fansnya banyak. Tetapi sebenarnya kondisi si anak ini baik karena pagi masih nge gym terus pulang kemudian berangkat lagi gitu ya gak masalah. Tapi di dalamnya ini kami belum tahu, tapi katanya anak ini merasa tidak enak terus mundur terus kondisi pingsan dibawa ke rumah sakit. Tapi di rumah sakit sudah dikatakan dokter meninggal dan berhenti jantung,” paparnya.

Baca Juga :   Kabupaten Rembang Raih Penghargaa Kota Layak Anak

Korban diketahui adalah siswa SMK 7 Kota Semarang dan merupakan atlet cabang olahraga Kempo yang cukup berprestasi di Kota Semarang.

“Kami segenap jajaran Pemerintah Kota Semarang mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Karena memang anak ini anak muda yang potensial kemudian juga seorang atlet Kempo dan berprestasi. Tapi karena memang ini semua sudah takdir ya. Kami minta kepada orang tua bisa menerima kondisi ini memang sudah suratan takdir dari Allah SWT,” paparnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *