Rembangnews.com – Tiga siswa Sekolah Rakyat (SR) Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur diduga dianiaya mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).
Aksi itu diduga dilakukan karena salah satu siswa kedapatan merokok di kawasan asrama sekolah. Penganiayaan itu menyebabkan korban mengalami luka lebam di dada dan punggungnya. Ia pun harus menjalani perawatan medis di puskesmas. Kasus ini pun dibawa ke ranah hukum karena pihak keluarga tak terima.
Paman korban berinisial BD mengungkapkan bahwa aksi dugaan penganiayaan terjadi pada Minggu (18/10/2026) malam sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB.
Asrama saat itu memang sedang tak ada kegiatan belajar mengajar. Namun seorang siswa kedapatan merokok di lingkungan asrama oleh mahasiswa Unhan RI. Hal itu memicu aksi pemukulan.
“Jadi yang merokok ini ditampar,” ujar BD dilansir dari Detik.
Melihat kejadian itu, siswa lain berinisial S berusaha membela dan menanyakan alasan pemukulan. Namun ia justru mendapat kekerasan.
Kemudian korban berinisial P juga berniat membela temannya, namun mengalami perlakuan serupa. P bahkan disebut mendapatkan luka paling parah di antara ketiga siswa korban penganiayaan tersebut.
“Dipukul juga ditendang di bagian dada dan punggung belakang. Sampai dirawat di Puskesmas Ajung,” ujarnya.
Kondisi P saat ini sudah membaik. Pihak keluarga yang tak terima memilih jalur hukum dan tak mau damai.
Kasus telah dilaporkan ke Polres Jember pada Senin (19/10/2026). Sedangkan status mahasiswa yang terlibat belum diketahui. Namun, ia menekankan bahwa aksi kekerasan fisik atas alasan pendisiplinan merokok sama sekali tidak dapat dibenarkan.
“Karena itu kekerasan atau penganiayaan. Saya minta diproses secara hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Jember, Kartika Sari Dewi masih belum buka suara. (*)







