Rembangnews.com – Kondisi miris terlihat di SD Negeri 2 Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dimana kondisi atap ruang guru sekolah tersebut ambrol dan bangunannya roboh.
Bangunan diketahui ambruk pada Kamis (23/7/2026) sore secara tiba-tiba. Padahal tak ada hujan dan angin kencang. Saat itu bangunan dalam kondisi kosong sehingga tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Ambruk tiba-tiba, enggak ada hujan, enggak ada angin kencang. Dari luar memang tampak kokoh, tapi di dalamnya ya kaya begini, kayu-kayunya itu sudah lama lapuk,” kata guru kelas IV SDN 2 Tugu Arif Budiman dilansir dari Kompas.
Bangunan tersebut diketahui memang belum pernah direhabilitasi sejak berdiri. Pasca robohnya bangunan tersebut, aktivitas belajar mengajar pun terdampak hingga harus dipindahkan ke perpustakaan untuk sementara.
Kegiatan belajar mengajar di ruang kelas IV dan V juga ikut dipindahkan karena takut bangunan ikut roboh.
“Takutnya ketarik ikut roboh juga, jadinya dipindahkan,” paparnya.
Sistem kelas gabungan pun diterapkan karena ruang kelas yang terbatas.
“Daripada ambil risiko, sementara digabung dulu. Sama kelas 6 itu terpaksa dipisah ke luar sekolah, numpang dulu ke bangunan TK di belakang,” ujarnya.
Sekolah memang mendapatkan bantuan pemerintah. Namun ruang guru tak masuk program perbaikan.
Kondisi bangunan telah berulang kali dilaporkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun rehabilitasi terkendala karena sekolah tak memiliki kepala sekolah definitif.
“Posisi kepala sekolah hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Dari tahun 2022 sampai sekarang enggak pernah dapat kepala sekolah definitif, sehingga untuk apa-apanya juga sulit karena kewenangan Plt kan terbatas,” ujarnya. (*)







