Mengenal Istilah Duck Syndrome : Tampak Tenang Namun Tertekan dan Cemas

Rembangnews.com – Umumnya semua orang tentu pernah merasa cemas atau tertekan dalam situasi tertentu. Tentu saja ini adalah suatu reaksi normal yang di alami oleh manusia.

Kadang kala seseorang akan melakukan hal tertentu untuk menutupi rasa cemas dan tertekan dalam dirinya. Contohnya, seorang teman yang menyembunyikan rasa cemasnya dengan tersenyum, teertawa, hingga menunjukkan sikap yang ramah.

Namun siapa sangka, dibalik sikapnya yang demikian ternyata tersimpan berbagai rasa tertekan dan kecemasan dari dalam diri. Kondisi tersebut biasanya disebut dengan Duck Syndrome. Orang yang termasuk dalam Duck Syndrome ini biasanya memiliki kondisi gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.

Adanya Duck Syndrome ini manjadikan seseorang akan menciptakan sebuah ilusi kehidupan yang begitu sempurna, namun sebetulnya ia sedang mengalami tekanan dalam hidup. Istilah Duck Syndrome ini berasal dari perumpamaan sebuah bebek yang dengan sekuat tenaga mengayuh dengan sangat cepat di bawah air. Namun bebek tersebut terlihat tenang di atas permukaan air.

Baca Juga :   9 Manfaat Kapulaga Selain Mengurangi Berat Badan dan Mencegah Disfungsi Ereksi

Duck Syndrome ini bukanlah kondisi kesehatan mental, namun jika seseorang tengah mengalami sindrom ini maka ada ia memiliki masalah dengan mentalnya. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari jalan keluar pada setiap masalahnya, namun ia tidak menunjukkannya di depan orang-orang.

Penyebab seseorang terkena Duck Syndrome ini bermacam-macam. Ada yang merasa cemas dan takut jika orang lain mengetahui kehidupannya yang tidak sempurna. Bahkan ia akan merasa tidak aka nada orang yang mampu memahami kondisinya.

Selain itu penyebab lain biasanya adalah faktor lingkungan yang selalu menuntutnya untuk selalu adaptif dan responsive. Contoh awal mula penyebab Duck Syndrome ini adalah ketika seorang pelajar atau anak yang tidak pernah mendapatkan nilai memuaskan saat ujian.

Baca Juga :   Rekomendasi 5 Film untuk Menemani Weekend

Tentu saja orang tua atau guru akan memarahinya dan menuntut agar ia lebih keras lagi dalam belajar. Bahkan tak jarang, orang tua malah akan memukul atau mengucapkan kalimat kasar ke anak tersebut.

Tentu dengan adanya tekanan dan kecemasan yang terjadi tersebut akan menimbulkan Duck Syndrome. Apalagi bagi orang yang memiliki masalah kesehatan mental seperti depresi atau gangguan kecemasan yang berlebih.

Berikut adalah beberapa tanda atau gejala seseorang mengalami Duck Syndrome.

  1. Selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan merasa lebih buruk dari orang tersebut.
  2. Susah untuk menceritakan masalah kepada orang lain dan cenderung untuk memendam. Tentu saja hal itu akan memiliki dampak pada kesehatan mental dan fisik seseorang.
  3. Selalu merasa gagal dalam memenuhi tuntutan hidup.
  4. Takut menerima kritikan, sehingga hal tersebutlah yang membuatnya harus selalu terlihat sempurna.
  5. Merasa orang lain selalu memanipulasi situasi.

Jika kamu merasa memiliki beberapa tanda atau gejala Duck Syndrome, maka kamu tidak perlu khawatir. Kamu dapat mengatasi Duck Syndrome ini dengan berbagai tes medis. Duck Syndrome ini tidak terlalu berbahaya, namun jika sudah parah maka akan mempengaruhi kondisi kesehatan mental.

Baca Juga :   Manfaat Olahraga Yoga bagi Penderita Panic Attack

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *