Adobe Perkenalkan Adobe Firefly, Seperti Apa?

Rembangnews.com – Adobe merupakan fitur bawah naungan DALL-E 2 OpenAI dan Stabble Diffusion.

DALL-E 2 OpenAI dan Stabble Diffusion merupakan dua sistem terkemuka yang sering menjadi perbincangan.

Baru-baru ini DALL-E 2 OpenAI dan Stabble Diffusion mengumumkan teknologi AI generatif bernama Firefly yang benar-benar mengubah permainan.

Meski selalu menyertakan fitur berteknologi AI, seperti Content Aware Fill dan Neural Filters, Firefly merupakan penghasil gambar AI pertama yang umumkan secara terbuka.

 

Adobe Firefly

 

Versi beta dari Firefly akan integrasikan dengan Adobe Express, Photoshop, Illustrator, dan Experience Manager yang berfokus pada pemasaran

Firefly adalah kecerdasan buatan generatif pertama perusahaan yang dapat membuat gambar dan konten visual secara otomatis dan praktis.

Baca Juga :   Cara Transfer Chat WhatsApp ke HP Baru

Untuk membuat gambar, logo atau grafik di Firefly, pengguna hanya perlu memasukkan perintah dalam bentuk teks, dan kecerdasan buatan mengubahnya menjadi gambar. Sederhananya, Firefly berfungsi seperti ChatGPT. Perbedaannya adalah Adobe Firefly dapat mengubah teks menjadi gambar.

Jika kamu senang dengan konten gambar, kamu tidak perlu khawatir mengubah gaya untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar berbeda, ini bertujuan untuk lebih ramah pengguna. Selain membuat gambar baru dengan perintah teks, Firefly juga bisa membuat efek teks. Contohnya seperti gambar dari kata “YUM” beri efek teks “cokelat meleleh” sehingga hasil akhir teks ada efek cokelat meleleh sesuai yang terperintahkan.

Adobe ingin menggunakan AI secara bertanggung jawab, dan dalam presentasinya dia secara langsung membahas dua masalah paling signifikan dengan AI generatif, yaitu masalah hak cipta dan bias.

Baca Juga :   Cara Mudah Atasi Instagram Diretas

Adobe menghindari masalah hak cipta tersebut dengan melatih Firefly pada ratusan juta gambar Adobe Stock dan konten berlisensi publik dan tersedia untuk umum. Ini melindungi pembuat konten dari kemungkinan masalah hak cipta, terutama jika mereka bermaksud menggunakan konten yang hasilkan untuk tujuan komersial.

 

Demikian informasi mengenai Firefly.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *