Tegakkan Perda dan Instruksi Bupati, Petugas Gabungan Lakukan Razia Selama Ramadan

Rembang, Rembangnews.com – Petugas gabungan melakukan razia selama Ramadan dalam rangka menegakkan Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum dan Instruksi Bupati Rembang Nomor: 300/1055/2023 tentang Pengaturan Kegiatan Operasional Usaha Pariwisata dan Jenis Usaha Lainnya pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 H di Kabupaten Rembang.

Petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri itu menyisir sepanjang perempatan pentungan hingga sebelum gapura selamat datang Rembang turut Desa Banyudono Kecamatan Kaliori sekitar pukul 22.00 WIB.

Kemudian penyisiran juga dilakukan pada warkop berfasilitas karaoke di jalan dr. Wahidin dan komplek pertokoan stasiun.

Dalam razia ini, petugas memberikan peringatan kepada warung yang masih buka di atas jam 21.00 WIB selama Ramadan.

Baca Juga :   Dindagkop UKM Rembang Gelar Pelatihan Baking

Sedangkan warkop di jalan lingkar menuju Desa Ketanggi menuju Waru dan Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori, ditemukan adanya miras yang kemudian disita petugas.

Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Rembang, Eko Prasetyo Widjanarko mengatakan dari hasil razia ditemukan 25 botol miras dengan kadar alkohol di atas 5 persen.

“Dari razia malam ini, di Desa Ketanggi ditemukan 25 botol miras dengan kadar alkoholnya di atas 5 persen dan pemilik usahanya tidak dapat menunjukkan dokumen,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menemukan pekerja perempuan di bawah umur di Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori.

“Di sana kita juga temukan pekerja di bawah umur, karena saat kita minta untuk memperlihatkan dokumen atau KTP dia tidak bisa. Saat kami tanya terus akhirnya mengaku masih berusia 15 tahun, kemudian kami bawa ke kantor Satpol PP untuk pendataan dan diberikan pembinaan serta kita kembalikan ke orang tuanya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pemerintah Rencanakan Sendangmulyo Jadi Sentra Buah Kelengkeng di Rembang

Saat dimintai keterangan, pekerja tersebut mengakui bahwa ia telah keluar dari tempat kerjanya yang lama dan bekerja di sana tanpa sepengetahuan orang tuanya.

“Orang tua tahunya saya ya kerja di toko di Kragan. Tapi saya sudah tidak kerja di sana, saya di sini (warkop di sendangagung) baru satu hari,” tandasnya.

Sesuai Perbup Nomor 33 tahun 2021, mereka yang melanggar akan diberikan sanksi administratif hingga denda, namun jika pelanggaran berulang maka akan dikenai sanksi tindak pidana ringan (Tipiring). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *