Fenomena Langit Bulan Februari 2024

Rembangnews.com – Berikut fenomena langit yang terjadi pada bulan Februari 2024.

Kejadian alam di luar angkasa yang dapat teramati dari Bumi merupakan pengertian dari fenomena langit.

Berikut fenomena langit yang akan terjadi di Indonesia pada bulan Februari 2024 :

  1. 3 Februari 2024 Bulan Perbani Akhir

Bulan akan terbit tengah malam dan terbenam di siang hari. Ini adalah waktu yang ideal untuk mengamati Bulan dengan jelas, karena terangnya cahaya bulan saat terbit.

  1. 5 Februari 2024 Fenomena Langit Bulan Berpapasan dengan Antares

Pada tanggal ini, Bulan akan berpapasan dengan Antares, salah satu bintang paling terang di rasi Scorpius. Fenomena ini memberikan kesempatan bagi para pengamat langit untuk mengamati interaksi menarik antara Bulan dan bintang ini.

Baca Juga :   Atasi Sinyal Lemot Tanpa Ribet, Terapkan Tips Berikut

Kedua objek ini bisa diamati jelang dini hari sebelum Matahari terbit. Bulan terbit terlebih dahulu pada pukul 00:54 WIB disusul Antares pada pukul 01:06 WIB dan keduanya hanya terpisah 1,1º.

  1. 7 Februari 2024 Venus Terang

Dilansir dari planetary.org, sepanjang bulan Februari planet Venus juga terang berada di posisi rendah di timur sebelum fajar, turun lebih rendah ke cakrawala seiring berlalunya waktu. Khususnya pada tanggal 7 Februari, Venus terang berada di dekat Bulan sabit di timur dini hari.

  1. 8 Februari 2024 Hujan Meteor Alpha Centaurid

Hujan meteor ini tampak berasal dari rasi Centaurus dan dapat ditemukan di arah tenggara, tidak jauh dari bintang beta Centauri. Para pengamat langit dapat menikmati penampilan indah meteor yang mempercantik langit malam.

  1. 8 februari Bulan Venus Mars

Bulan berpapasan dengan Venus dan Mars dan membentuk segitiga di ufuk timur. Ketiga objek ini bisa diamati jelang dini hari sebelum Matahari terbit. Venus terbit lebih dahulu pada pukul 03:50 WIB disusul Bulan dua menit kemudian pada pukul 03:52 WIB. Sementara itu, Mars, si planet merah terbit pukul 04.19 WIB.

  1. 10 Februari 2024 Bulan Baru

Pada hari ini, langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi para pecinta astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti untuk mengabadikan benda-benda langit yang terletak jauh.

Baca Juga :   Makna dan Perbedaan Hati, Akal dan Nafsu dalam Islam

Dalam astronomi bulan baru yang dimaksud adalah fase bulan pertama yang terjadi terjadi pada saat Bulan kurang lebih berada dalam satu garis lurus di antara Matahari dan Bumi.

Ketika hal itu terjadi seluruh permukaan bulan yang disinari matahari berada di bagian “belakang” bulan dan bagian yang tidak disinari terlihat dari Bumi.

Bulan Baru bisa dilihat secara kasat mata sesekali dalam bentuk siluet hanya pada saat moment tertentu, seperti Gerhana Matahari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *