Rembang, Rembangnews.com – BPR BKK Lasem dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Rembang menyalurkan bantuan sosial dan ekonomi produktif senilai total Rp101.000.000 kepada masyarakat.
Jumlah tersebut terdiri dari bantuan program ketahanan pangan keluarga berupa paket ayam petelur kepada 20 penerima, masing-masing sebanyak 12 ekor dengan nilai Rp65.000.000.
Bantuan menyasar para pelaku usaha binaan BPR BKK Lasem. Direktur Utama BPR BKK Lasem, Herry Setyo Nugroho mengatakan, bantuan ayam petelur dipilih karena diharapkan bisa menjadi pendongkrak usaha penerima.
“Harapannya dari 12 ekor ayam ini bisa meningkat, dan selanjutnya bisa memperkuat ketananan pangan. Siapa tau ke depan bisa jadi pengusaha besar, yang berawal dari bantu kecil dari kami,” jelasnya.
Bantuan lainnya yang disalurkan yaitu paket gerobak usaha yang diberikan kepada enam orang senilai Rp19.500.000. Kemudian santunan kepada 11 keluarga anak yatim atau piatu sebesar Rp16.500.000.
Lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), BPR BKK Lasem juga menyalurkan santunan anak yatim sebesar Rp10.000.000 kepada Yayasan Anak Yatim Darul Aitam Wadluafa.
Bantuan yang disalurkan diharapkan bisa mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama antara BAZNAS Kabupaten Rembang sebagai lembaga pengelola zakat dan BPR BKK Lasem sebagai mitra strategis dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan,” jelasnya.
Diketahui, dana yang dikelola UPZ BPR BKK Lasem berasal dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai. Tercatat sudah ada Rp1.846.377.211 dana yang terkumpul hingga 31 Desember 2025.
Sedangkan yang tersalurkan mencapai Rp854.604.000. Bantuan tersebut antara lain diberikan kepada anak yatim piatu, lanjut usia, bantuan modal usaha mikro kecil, paket gerobak usaha, bantuan usaha ayam petelur, serta bantuan bagi korban bencana alam.
Ketua BAZNAS Kabupaten Rembang, Mohammad Ali Anshory menilai bantuan bersifat pemberdayaan lebih efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini PT. BPR BKK Lasem melalui UPZ (Unit Pengelola Zakat) nya menunaikan tugasnya, yaitu merupakan bagian dari tanggung jawab sosial. Semoga menjadi daya ungkit meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Salah satu penerima bantuan ayam petelur mengaku terbantu dengan program tersebut, mengingat usaha yang dijalaninya masih memiliki penghasilan yang tidak menentu.
“Saya jualan es keliling, bantuan ayam ini sangat membantu perekonomian kami ke depannya. InsyaAllah akan saya kembangkan,” pungkasnya. (*)













