Rembang, Rembangnews.com – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rembang telah menangani 129 kasus selama Januari hingga Maret 2026.
Kasus tersebut meliputi kebakaran, evakuasi ular, tawon vespa, pohon tumbang, hingga penyelamatan hewan liar. Kasus yang ditangani kebanyakan adalah evakuasi sarang tawon vespa dan ular.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim mengatakan bahwa Damkar juga memiliki tugas penyelamatan dan kedaruratan masyarakat.
“Mayoritas laporan yang masuk saat ini justru nonkebakaran, seperti evakuasi ular, tawon vespa, pohon tumbang, hingga penyelamatan hewan. Ini menunjukkan Damkar semakin dibutuhkan masyarakat dalam berbagai kondisi darurat,” paparnya.
Sedangkan kasus kebakaran selama periode tersebut, terjadi di Sedan, Lasem, kebakaran bangunan warung di TPI Tasikagung, hingga kebakaran kendaraan bermotor di wilayah Kota Rembang. Kerugian dari kasus ini mencapai ratusan juta rupiah.
Dari kasus yang terjadi, terbesar adalah kebakaran rumah di Desa Sumber Girang, Lasem dengan kerugian mencapai Rp100 juta.
Untuk mencegah kebakaran, edukasi masyarakat juga penting dilakukan.
“Kami terus mendorong edukasi dan pencegahan agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi darurat. Respons cepat petugas juga terus kami tingkatkan,” paparnya. (*)









