Rembangnews.com – Sebanyak tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur tertahan di Selat Hormuz.
Mereka diantaranya Muhammad Ahyar, Mashudi dan Hariri. Ketiganya diketahui berada dalam kapal kargo Mediterranean Shipping Company (MSC) dengan tujuan Israel.
“Awalnya saya lihat video kapal yang tertahan itu di media sosial. Lalu, setelah saya simak baik-baik ternyata itu warga saya,” ujar Kepala Desa Lajing, Moksin dilansir dari Kompas.
Ia membenarkan memang banyak warganya yang bekerja di kapal luar negeri. Pihaknya memastikan tertahannya kapal di Selat Hormuz tak berdampak buruk bagi ketiganya.
“Itu kan masalah antara negara jadi bukan personal ABK-nya yang bermasalah. Itu urusan perusahaannya,” paparnya.
Pihak keluarga sendiri hingga kini masih bisa menjalin komunikasi dengan tiga ABK tersebut.
“Saya juga bermitra dengan imigrasi. Karena mereka (tiga ABK) tidak melakukan pelanggaran, jadi saya tidak dikabari oleh imigrasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana tak mengetahui pasti jumlah warga Bangkalan yang terjebak di sana.
“Kalau dari video memang ada tiga orang (asal Bangkalan),” terangnya.
Pihaknya pun masih melakukan pelacakan data mereka yang terjebak dalam kapal tersebut.
“Kami tracing data beliau-beliau di ID PMI kami belum ketemu, karena sudah berangkat 20 tahun lebih,” paparnya. (*)







