Rembangnews.com – Mahasiwa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengancam akan menggelar demonstrasi besar-besaran bertajuk Reformasi Jilid II jika tuntutan yang disampaikan dalam demo sebelumnya tak dipenuhi.
Masa aksi sebelumnya meminta pemerintah mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah. Mereka juga memberi waktu pemerintah selama 18 hari.
Ketua BEM UNS, Kailani Rizqi Pratama mengatakan bahwa lewat tuntutan itu, pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki ekonomi Indonesia.
“Kalau kita melihat hari ini, untuk rupiah yang melemah sebanyak Rp18.000, kami hari ini berikan tenggat waktu selama 18 hari untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Waktu yang diberikan 18 hari karena sebagai simbol nilai tukar rupiah yang tembus Rp18.000.
“Oleh karena itu, jika dalam waktu 18 hari tidak ada upaya perbaikan, maka jangan salahkan kami selaku mahasiswa untuk nanti melakukan penyegelan-penyegelan yang akan kami lakukan dalam tenggat waktu 18 hari di Kementerian Keuangan,” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra mengajak setiap pihak untuk ikut menjaga persatuan.
“Ah, yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan,” ujarnya.
“Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya,” lanjutnya. (*)













