Proyek RDF di TPA Landoh Rembang Sampai Tahap Finalisasi

Rembang, Rembangnews.comProyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Landoh, Kecamatan Sulang, Rembang saat ini sampai di tahap finalisasi nota kesepahaman dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, M. Ika Himawan Affandi mengatakan bahwa Bupati Rembang bakal melakukan penandatanganan dengan pihak kementerian.

“Kita sudah finalisasi nota kesepahaman dengan kementerian. Kita menunggu undangan tanda tangan di Jakarta. Pak Bupati tanda tangan dengan kementerian,” ujarnya

Anggaran proyek tersebut juga disesuaikan dari sebelumnya mencapai sekitar Rp120 miliar kini menjadi sekitar Rp80 miliar lebih.

“Untuk teknisnya itu ada pengurangan anggaran dari Rp120 miliar menjadi sekitar Rp80-an. Jadi ada lini yang dihilangkan menjadi efisiensi, jadi sekitar Rp80 miliar,” jelasnya.

Baca Juga :   Jelang Mudik Lebaran Animo Masyarakat Rembang Terhadap Vaksinasi Naik

Tender rencananya berlangsung pada akhir tahun ini. Sementara pelaksanaan pembangunan direncanakan mulai berjalan pada awal tahun 2027.

Pemkab juga menyiapkan program untuk membantu para pemulung atau pekerja yang terdampak perubahan sistem pengelolaan sampah. Bantuan tersebut diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan usaha, ternak, hingga pelatihan keterampilan.

“Kita diwajibkan memberikan pekerjaan atau bantuan kepada pemulung yang pekerjaannya hilang. Salah satunya itu. Ada banyak bantuan, misalnya ada yang kambing, ada yang usaha, ada pelatihan,” ujarnya.

Keberadaan RDF nantinya diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan.

“Yang pertama pencemaran, pencemaran udara, pencemaran air itu tertangani dengan RDF. Yang kedua sampah ini menjadi bahan baku yang punya nilai,” ujarnya.

Baca Juga :   Dindagkop UKM Rembang Sebut Pengecer Boleh Kembali Jual LPG 3 Kg

Hasil pengolahan RDF nantinya akan dimanfaatkan PT Semen Gresik, sebagai bahan bakar alternatif untuk substitusi batu bara.

“Nanti dipakai oleh offtaker kita, PT Semen, sebagai pengganti batubara, substitusi pengganti batubara,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *