Revitalisasi TRP Kartini Akan Dilakukan Tahun 2023

Rembang, Rembangnews.com – Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini direncanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk direvitalisasi pada tahun 2023 mendatang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menjelaskan, untuk revitalisasi Taman Rekreasi Pantai (TRP), anggaran yang telah disiapkan Pemkab Rembang ada sebesar Rp10 miliar.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan rencana proyek revitalisasi membutuhkan anggaran biaya cukup tinggi sebesar Rp45 miliar. Dana sebesar tersebut rencananya akan dibangun waterboom.

Dengan kekurangan sebesar Rp35 miliar, Pemkab Rembang berharap adanya bantuan dari pemerintah provinsi, sehingga TRP Kartini dapat direvitalisasi tahun 2023 mendatang.

“Kalau kita melihat sisi perencanaan cukup tinggi biayanya Rp45 miliaran. Tetapi kami sudah menyiapkan Rp10 miliar. Harapannya nanti kekurangan ditutup bantuan keuangan pemerintah provinsi. Maka jika itu clear, maka tahun 2023, Taman Kartini akan kita revitalisasi secara sempurna,” kata Hafidz Selasa (20/9/2022).

Baca Juga :   Kondisi Kesehatan Terbaru Raja Salman, Terkena Infeksi Paru-paru

Bupati mengungkapkan, direncanakan revitalisasi TRP Kartini karenakan bisa mendongkrak popularitas destinasi wisata di Kabupaten Rembang. Sehingga bisa mendatangkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Rembang.

Sementara destinasi wisata bahari di Rembang itu menurut Bupati akan dibangun kawasan khusus kuliner yang diselaraskan dengan wisata bahari.

Lebih lanjut, pihaknya mengaku dalam waktu dekat akan memindahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-Alun Rembang ke kawasan tersebut.

“Nanti ada penambahan reklamasi. Tempatnya untuk kuliner. Jadi, dua-duanya wisata bahari dan wisata kuliner. Karena dengan penataan ini nanti harapannya PKL di alun-alun kita tarik ke sana semua. Sehingga menjadi tempat ngumpul,” terang Hafidz.

Baca Juga :   Tekan Kasus Stunting, Dinlutkan Rembang Gelar Sosialisasi Gemar Makan Ikan

Hafidz menambahkan adanya revitalisasi nantinya bisa meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah. Terlebih di sana ada sandaran kapal-kapal di Tasikagung.

“Oleh karena itu, potensi jadi wisata unggulan sangat memungkinkan untuk direvitalisasi tahun depan,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *