Kenali ADHD Pada Anak, Inilah Gejala Dan Cara Penanganan

Rembangnews.com – Mengenal ADHD pada anak berikut serta gejala dan cara penanganannya merupakan hal yang patut diketahui oleh orang tua pada zaman sekarang. Saat Si Kecil hiperaktif dan cenderung tidak memperhatikan lingkungannya mungkin akan membuat Anda khawatir. Gejala – gejala tersebut memang mengarah pada kondisi attention deficit hyperactivity disorder.

ADHD adalah sebuah gangguan mental yang biasa terjadi pada anak dan bisa berlangsung hingga usia dewasa. Melansir dari kidshealth.org, anak yang mengidap gangguan ini mengalami perbedaan dalam perkembangan otak dan aktivitas otak mereka. Akibatnya, anak akan berperilaku lebih hiperaktif, sulit berkonsentrasi dan mengendalikan diri, serta sering bertindak impulsif.

Oleh karena itu, attention deficit hyperactivity disorder pada anak kerap membuat Si Kecil sulit berinteraksi dengan lingkungan atau berkonsentrasi saat belajar di sekolah. Attention-deficit / hyperactivity disorder, atau biasa disingkat ADHD, adalah salah satu gangguan perkembangan saraf yang umum terjadi pada masa kanak – kanak. Gangguan ini biasanya pertama kali didiagnosis pada masa kanak – kanak, dan sering berlanjut hingga dewasa.

Gejala gangguan ini terkadang akan berkurang seiring bertambahnya usia. Beberapa orang tidak bisa sepenuhnya menghilangkan gejala ADHD mereka, tapi mereka bisa belajar mengatasi gejalanya.

Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan ADHD, namun penanganan dapat membantu gejala yang muncul. Mengenal ciri – ciri atau gejala anak ADHD akan membantu orang tua untuk segera mendapatkan penanganan, atau paling tidak pengetahuan untuk menghadapinya.

Berikut di bawah ini ulasan terkait ADHD, gejala, dan cara penanganannya :

Baca Juga :   Awas, Kenali 10 Gejala Usus Buntu yang Perlu Kamu Tahu

 

Mengenal ADHD

 

  1. Mengenal ADHD

ADHD adalah kondisi gangguan perilaku berupa ketidakmampuan memusatkan perhatikan, perhatian mudah teralih, impulsif dan hiperaktif. Perubahan perilaku yang timbul akibat gangguan sistem saraf perlu penanganan lebih spesifik dibandingkan perubahan perilaku yang diakibatkan oleh faktor sosial dan lingkungan.

Attention deficit hyperactivity disorder merupakan gangguan perkembangan saraf yang menyerang anak. Akibat gangguan ini, anak bisa menjadi hiperaktif, kurang fokus, dan impulsif. Gejala-gejala ini nantinya dapat memengaruhi proses belajar anak hingga cara bersosialisasinya.

Gejala ADHD bervariasi pada setiap anak dan kadang sulit dikenali. Setiap anak mungkin mengalami banyak gejala ADHD. Jadi, untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, dokter anak harus mengevaluasi anak menggunakan beberapa kriteria. ADHD umumnya didiagnosis pada anak-anak usia 7 tahun atau remaja.

ADHD tidak dapat dicegah, namun dengan mengenali gejalanya lebih awal dan mendapatkan terapi yang efektif, akan membantu dalam menjaga kualitas hidup dan masa depan anak.

 

  1. Gejala Attention deficit hyperactivity disorder

Dari Healthline, ada beberapa gejala ADHD yang bisa orang tua kenali:

  • Asik dengan dirinya sendiri

Anak yang mengalami ADHD biasanya tidak mampu mengenali kebutuhan dan keinginan orang lain. Mereka cenderung lebih fokus dengan mereka sendiri dan tidak memedulikan orang lain.

  • Suka Menginterupsi

Perilaku berfokus pada diri sendiri dapat menyebabkan seorang anak dengan ADHD mengganggu orang lain saat mereka berbicara atau terlibat dalam percakapan atau permainan yang bukan bagian mereka.

  • Sulit Mengendalikan Emosi

Anak yang mengidap ADHD mungkin kesulitan mengendalikan emosinya. Mereka bisa meluapkan amarahnya di waktu yang tidak tepat.

  • Selalu Gelisah
Baca Juga :   Pandemi Superbug Kebal Antibiotik Bikin Geger India, Apa Itu?

Kebanyakan anak yang mengidap ADHD sering kali tidak bisa duduk diam. Mereka mungkin mencoba untuk bangun dan berlari, gelisah, atau menggeliat di kursinya ketika duduk.

  • Kurang Fokus

Anak yang mengidap ADHD cenderung sulit memperhatikan sesuatu, bahkan ketika ada seseorang yang sedang berbicara langsung kepada mereka. Si Kecil mungkin akan berkata bahwa ia mendengarkan perkataan ibu, tetapi ketika ibu meminta untuk mengulangi, anak tidak akan bisa.

  • Sering Melakukan Kesalahan

Attention deficit hyperactivity disorder dapat membuat anak sulit mengikuti instruksi atau melaksanakan sebuah rencana pelaksanaan sebuah rencana. Hal ini kemudian dapat membuat anak ceroboh dan menyebabkan kesalahan.

  • Melamun

Tidak semua anak yang mengidap ADHD selalu ribut dan berisik. Sebagian anak mungkin justru lebih pendiam dan sulit bersosialisasi dengan orang lain. Ia bisa saja lebih suka melamun dan mengabaikan apa yang terjadi di sekitarnya.

  • Sulit Mengatur

Anak dengan ADHD seringkali sulit mengatur tugas dan aktivitasnya. Hal ini dapat menimbulkan masalah di sekolah, karena mereka merasa sulit untuk memprioritaskan pekerjaan rumah, proyek sekolah, dan tugas lainnya.

  • Pelupa

Anak dengan attention deficit hyperactivity disorder bisa jadi pelupa dalam aktivitas sehari – hari. Mereka mungkin lupa mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah dan sering kehilangan barang, seperti mainan.

 

  1. Cara Penanganan

Berbagai pendekatan dapat membantu seseorang mengelola ADHD. Berikut cara penanganannya :

  • Terapi perilaku dan konseling

Seorang terapis atau konselor dapat membantu seseorang mengembangkan atau meningkatkan berbagai keterampilan, seperti :

  1. Membangun dan memelihara hubungan
  2. Menetapkan dan mengikuti aturan
  3. Merencanakan dan menyelesaikan tugas
  4. Mengembangkan dan mengikuti jadwal
  5. Memantau gejala gangguan
Baca Juga :   Ingat! Inilah 5 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin C: Berat Badan Bertambah

Terapis juga dapat membantu orang tua mengembangkan cara konstruktif untuk menanggapi perilaku yang dapat diakibatkan oleh attention deficit hyperactivity disorder.

  • Obat – obatan

Obat – obatan, seperti stimulan, dapat membantu meningkatkan perhatian dan fokus. Berikut beberapa contohnya :

  1. Amfetamin/dekstroamfetamin (Adderall)
  2. Lisdexamfetamine (Vyvanse)
  3. Metilfenidat (Ritalin)
  4. Deksamfetamin (Deksedrin)

Namun, obat-obat tersebut dapat memiliki efek samping, seperti :

  1. Sakit perut
  2. Sakit kepala
  3. Peningkatan tekanan darah dan detak jantung
  4. Peningkatan kecemasan dan iritabilitas
  5. Masalah tidur
  6. Nafsu makan berkurang
  7. Perubahan kepribadian

Untuk menghindari efek samping, beri tahu dokter tentang obat dan masalah kesehatan yang sedang berlangsung.

  • Dukung Anak ADHD

Orang tua, guru, dan pengasuh lainnya dapat membantu anak – anak mengatasi tantangan ADHD. Sekolah mungkin memiliki rencana pendidikan untuk anak – anak dengan gangguan ini, termasuk pendekatan pengajaran khusus, akomodasi kelas, dan konseling berbasis sekolah. Di rumah dan di sekolah, strategi berikut dapat membantu;

  1. Membuat jadwal tertulis dari semua tugas
  2. Memecah tugas yang lebih besar menjadi tugas yang lebih kecil
  3. Menjaga barang-barang sekolah dan mainan tetap teratur
  4. Menetapkan aturan yang jelas dan konsisten
  5. Menghargai atau memuji anak ketika mereka menyelesaikan tugas

Kemudian, dorong anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan yang mereka sukai dan lakukan dengan baik untuk meningkatkan harga diri mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *