Dindikpora Rembang Akui Tak Ingin Beratkan Ortu Siswa Terkait Penggunaan Baju Adat

Rembang, Rembangnews.com – Mengenai penggunaan baju adat untuk seragam siswa dan guru, pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang mengakui tak ingin memberatkan para orang tua siswa.

Oleh karena itu, pihaknya tak ingin terlalu gegabah dalam membuat kebijakan.

Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Sutrisno menyebutkan bahwa pihaknya memang memiliki rencana menerapkan penggunaan baju adat sebagai seragam pada tenaga pendidik hingga siswa.

Namun, ia berharap kebijakan yang ia terapkan nantinya tak memberatkan para orang tua. Misalnya, penggunaan sarungan atau baju seragam sekolah sore hari.

“Siswa pakai peci. Kalau non tidak pakai. Bajunya putih polos. Masalah potongan terserah. Untuk putri sama,” jelasnya.

Baca Juga :   Bupati Abdul Hafidz Imbau PLN Suplai Aliran Listrik yang Cukup

“Batik Lasem sudah punya. Begitupun baju putih juga sama. Tinggal dipakai anak. Tidak perlu pengadaan. Jangan sampai memberatkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Hafidz mengatakan bahwa penggunaan baju adat harus dilihat dari unsur manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *