Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar

Rembangnews.com – Mandi junub atau mandi wajib harus dilakukan oleh umat Muslim saat sedang dalam keadaan tidak suci. Satu di antara penyebabnya yakni haid, yang dialami kaum wanita.

Haid termasuk hadas besar, di mana saat seorang Muslim memiliki hadas di tubuhnya, wajib untuk menyucikan diri agar bersih kembali.

Melansir NU Online, mandi wajib berbeda dari mandi biasa.

Mandi yang biasa dilakukan untuk membersihkan dan menyegarkan badan adalah mandi biasa.

Sedangkan mandi wajib merujuk kepada mandi yang harus dilakukan untuk menghilangkan hadas besar karena bersetubuh atau keluar mani.

  • Rukun Mandi Wajib

Mengutip dari laman Aku Islam, rukun mandi wajib ada dua, yakni:

  1. Berniat untuk mandi wajib.
  2. Meratakan air ke seluruh anggota badan yang zahir.
  • Perintah untuk Mandi Wajib setelah Haid

Landasan perintah mandi wajib sudah jelas di dalam Al-Qur’an, yakni berada dalam surat Al-Maidah ayat 6 dan surat An-Nisa ayat 43, yang artinya sebagai berikut:

  1. Al-Maidah ayat 6:
Baca Juga :   Doa Nurbuat, Bacaan dan Keutamaanya

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur.”

  1. An-Nisa ayat 43:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”

  • Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan cara mandi wajib

  1. Gunakan air yang bersih dan suci.
  2. Pastikan seluruh tubuh terguyur dengan air.
  3. Jangan menggunakan penutup kepala.
  • Doa niat mandi wajib

Nawaitul ghusla liraf’i hadatsil haidil lillahi Ta’aala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *