Tagih Utang Emas 72 Gram, Warga Sidokerto Pati Diancam dengan Golok

Pati, Rembangnews.comNiat hati hendak menagih utang emas 72 gram, seorang warga asal Desa Sidokerto, Kabupaten Pati bernama Rumilah justru mendapatkan ancaman hendak dibacok dengan golok.

Rumilah mengaku awalnya hendak menanyakan utang yang dipinjam kepada istri pelaku saat arisan dawis pada Senin (8/7/2024). Karena utang emas 72 gram itu dipinjam sekitar 15-16 tahun lalu, dan tak kunjung dibayar hingga saat ini.

Sayangnya, niat hendak mengonfirmasi dengan cara baik itu justru disambut dengan ancaman. Pelaku pengancaman merupakan tetangga Rumilah sendiri.

“Saya coba konfirmasi terkait dengan uang 10 juta yang diserahkan melalui anak saya. Namun gak dijawab sama saudara Anggi. Malah suaminya yang namanya Antok bawa golok sambil mengancam mau bacok saya,” ujarnya.

Baca Juga :   Kelanjutan Kasus Pengancaman Warga yang Tagih Utang di Pati, Polisi Bakal Panggil Saksi

Ia mengaku utang emas itu sudah lama dan disertai dengan komitmen akan dibayarkan kembali dengan emas.

“Dulu itu, pelaku utang ke saya berupa emas 72 gram, sekitar 15-16 tahun lalu. Dengan komitmen utang emas bayar emas,” jelasnya.

Selama ini, pihaknya mengaku telah berusaha untuk menagih utang tersebut, sehingga bisa segera dibayarkan. Namun tak mendapatkan tanggapan yang baik.

“Dia itu hutangnya emas. Bukan uang. Saya mintanya dikembalikan emas,” jelasnya.

Karena mendapatkan ancaman tersebut, pihaknya pun kemudian berupaya melindungi diri dengan melapor ke pihak berwajib.

“Saya takut dan khawatir jika suatu hari saya benar-benar dibacok. Sehingga kami laporkan ke pihak polisi,” lanjutnya.

Baca Juga :   Kelanjutan Kasus Pengancaman Warga yang Tagih Utang di Pati, Polisi Bakal Panggil Saksi

Anak korban, Rahma mengatakan bahwa sang ibu terlihat depresi dan takut usai mengalami pengancaman tersebut.

“Ibu depresi dan takut. Sampai hari ini, ibu belum berani keluar rumah. Biasanya subuhan di Masjid. Hari ini gak berani kemana-mana,” jelasnya.

“Semoga bisa terselesaikan dengan baik. Kedepan ibu bisa menjalani hidup dengan tenang, pelaku bisa mendapatkan efek jera,” lanjutnya.

Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Muji Sutrisna mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti setiap aduan yang masuk dari masyarakat.

“Jadi setiap aduan/laporan masyarakat wajib kita kepolisian menindaklanjuti,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed