Brigade Pangan Dikerahkan untuk Bantu Petani Rembang Optimalkan Lahan

Rembang, Rembangnews.com – Brigade pangan dikerahkan untuk membantu petani Rembang mengoptimalkan lahan di musim tanam yang berisiko tinggi yaitu MT 2 dan MT 3.

Brigade pangan sendiri merupakan inisiatif Kementerian Pangan yang melibatkan petani milenial untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan memastikan produk tetap stabil.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan bahwa Brigade pangan memiliki tugas memastikan produksi pangan tetap aman.

“Tugas Brigade Pangan adalah memastikan produksi pangan kita tetap aman dalam kategori swasembada pangan. PR kita ada di MT 2 dan MT 3 karena kekurangan air, sehingga petani tidak berani mengambil risiko tanam. Di situlah Brigade Pangan mengambil peran untuk membantu petani mengoptimalkan lahan,” jelasnya.

Baca Juga :   Jateng Dapat Dana Rp175 Miliar untuk Petani Terdampak Banjir

Sebelumnya, petani Rembang mengurangi aktivitas tanam setiap MT 2 dan MT 3. Namun dengan adanya Brigade pangan, maka petani bisa menanam dan mendapatkan dukungan pengolahan lahan, penyediaan bibit, hingga penanaman.

Divisi Pembibitan dan Operator Brigade Pangan Wilayah Tengah, Muhamad Winardi mengatakan bahwa Brigade pangan dibagi jadi tiga wilayah kerja—barat, tengah, dan timur—masing-masing diperkuat 15 personel, mayoritas petani muda.

Pembagian wilayah tersebut mempermudah pendampingan lapangan secara lebih cepat dan terarah.

Dua skema layanan yang dapat dimanfaatkan petani. Pertama, lahan dikelola sepenuhnya oleh Brigade Pangan tanpa biaya awal dengan pembagian hasil panen sebesar 30 persen untuk pemilik lahan. Kedua, petani dapat memilih layanan tertentu dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan pengolahan mandiri.

Baca Juga :   Banyak Tumpukan Sampah, Kegiatan Bersih-bersih Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini Dilakukan

“Contohnya di Ketanggi, kami membantu pembibitan dan penanaman di lahan seluas 1.000 meter persegi dengan biaya Rp350 ribu. Ini lebih hemat dan biaya operasional petani menjadi lebih irit,” ujarnya.

Pada MT 1 tahun ini, permintaan layanan Brigade Pangan meningkat, terutama untuk penyediaan bibit dan penanaman. Meskipun pasokan air melimpah, banyak bibit di lapangan yang menua sehingga membutuhkan penanganan tambahan.

“Sekarang air memang melimpah, tetapi bibit sudah menua. Peran Brigade Pangan menyediakan bibit dan membantu penanaman. Dalam 15 hari ke depan, kami akan membantu petani di Mondoteko,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *