Musim Hujan Rawan Bencana, BPBD Rembang Pastikan Logistik Aman dan Alat Siap

Rembang, Rembangnews.comJanuari menjadi puncak musim hujan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang pun memastikan jika sleuruh logistik aman dan peralatan yang diperlukan untuk kondisi darurat dalam kondisi siap.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyiagakan personel selama 24 jam.

“Curah hujan masih cukup tinggi dan BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga sangat lebat. Karena itu kami memastikan kesiapan personel, logistik, dan peralatan kedaruratan tetap aman dan siap digunakan,” ujarnya.

Baca Juga :   BPBD Rembang Telah Bentuk 30 Desa Tangguh Bencana dari Target 100

Logistik darurat mulai dari sandang, pangan, dan kebutuhan dasar lainnya dipastikan mencukupi. Alat seperti tenda pengungsian dan perlengkapan evakuasi juga siap.

“Logistik sampai saat ini masih aman. Peralatan dan tenda-tenda kedaruratan juga siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” paparnya.

BPBD Kabupaten Rembang juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan dukungan tambahan dapat segera diperoleh apabila dibutuhkan.

“Kami sudah koordinasi dengan provinsi. Jika dibutuhkan, kami siap mengambil bantuan tambahan dari provinsi untuk memperkuat stok yang ada,” terangnya.

Koordinasi dengan pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta organisasi perangkat daerah terkait juga dilakukan. Personel BPBD disiagakan selama 24 jam.

“Personel kami siaga 24 jam. Semua unsur sudah kami siapkan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal,” tegas Sri Jarwati.

Baca Juga :   Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Lakukan Penanaman 500 Bibit Mangrove

Sebagai informasi, selama tanggal 8-11 Januari 2026, BPBD telah menangani sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *