Rembang, Rembangnews.com – Pemerintah Kabupaten Rembang mengajak masyarakat untuk membudayakan donor darah.
Hal itu untuk menjaga ketersediaan stok darah tetap aman dan berkelanjutan terutama saat momentum besar.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ mengatakan bahwa sempat ada kekhawatiran saat momen Ramadan dan Lebaran kemarin karena stok darah menipis.
“Kami melihat soal ketersediaan darah ini masih perlu dipompa lagi. Terutama pada momentum Ramadan dan Lebaran kemarin, sempat ada kekhawatiran karena laporan stok menipis, khususnya golongan darah B,” terangnya.
Ia yang juga merupakan Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Rembang mengatakan bahwa perlu dibangun budaya donor darah di tengah masyarakat. Sehingga ketersediaan darah bisa terjaga berkelanjutan.
“Ini harus benar-benar dipompa. Membudayakan donor darah itu penting. Jangan menunggu stok tipis baru panik. Kalau ini jadi budaya, kita punya stok yang berkelanjutan. Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa sesama,” paparnya.
Sejumlah kecamatan di Rembang juga sudah mulai rutin menggelar donor darah. Langkah baik tersebut menurutnya perlu diperluas.
Ia pun berharap ketersediaan darah dapat lebih terjaga ke depannya sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu.
Lebih lanjut, ia menilai jika digitalisasi juga perlu dilakukan dalam pengelolaan agar lebih transparan dan akuntabel.
“Pengelolaan berbasis digitalisasi ini harus terus dikembangkan. Transparansi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena apa yang dikelola ini untuk kepentingan sosial. Publikasi juga harus dilakukan secara masif. Meskipun sejauh ini sudah cukup baik, tapi masih ada yang perlu ditingkatkan,” terangnya. (*)







