Wujud Kartini Masa Kini, Wanita di Rembang Sulap Kain Perca Jadi Kerajinan Bros

Rembang, Rembangnews.comSemangat juang Kartini nampaknya menjadi inspirasi bagi wanita di Rembang bernama Muamluaturrahmah.

Dengan ketelatenannya, Muamluaturrahmah berhasil menyulap limbah kain atau kain perca, seutas pita, hingga potongan kain flanel menjadi kerajinan bros yang benilai ekonomi.

Ia awalnya menjadi santriwati di Pesantren Raudhatut Thalibin yang diasuh KH Mustofa Bisri (Gus Mus) sekitar tahun 2005. Selama kurang lebih sembilan tahun, ia tak menimba ilmu agama hingga keterampilan hidup.

Dari sanalah ia mendapatkan pelatihan membuat kerajinan tangan, mulai dari bros hingga teknik menyulam. Ia pun menggunakan media di sekitarnya untuk mengasah kemampuan menyulamnya.

“Sampai-sampai sarung bantal dan kerudung semua disulami saking semangatnya pengen bisa,” jelasnya.

Baca Juga :   Pastikan Kesiapan Hadapi Mudik, Rapat Koordinasi Operasi Ketupat Candi 2024 Digelar

Karena sudah memiliki kecintaan terhadap kerajinan, ia pun membawa kemampuannya keluar dari lingkungan pesantren. Setelah lulus, ia bersama sang suami mulai merintis usaha kecil-kecilan membuat bros.

Ia pun terus mengasah keterampilannya dengan melihat video tutorial dan aktif mengikuti komunitas di media sosial. Ide baru pun bermunculan semakin memperkaya desain dan jenis produk yang ia hasilkan.

Kini, ia pun menuai hasil dari ketelatenannya. Pesanan datang dari berbagai kalangan, mulai dari sekolah, majelis taklim, organisasi, hingga kelompok sosial lainnya. Bros dengan logo khusus menjadi produk unggulan yang banyak diminati.

“Yang banyak pesanan adalah resin logo yang nantinya ditempel pada bros,” paparnya.

Menurutnya, kerajinan bukan sekadar pekerjaan, melainkan ekspresi diri. Ia meyakini bahwa perempuan memiliki naluri untuk memperindah sesuatu.

Baca Juga :   Kegiatan Fogging Dinilai Tak Efektif Atasi DBD

“Karena pada dasarnya perempuan suka berhias,” paparnya.

Kini ia pun terus menekuni usaha pernak-pernik. Proses produksi pun ia kerjakan sendiri. Baginya, kreativitas tidak bisa dilakukan secara asal. Ada sentuhan rasa dan ketelatenan dalam setiap karya.

“Membutuhkan kreativitas yang tidak asal tempel,” katanya.

Produk hasil karyanya pun bisa ditemukan di online maupun offline. Bahkan ia sudah membuka jaringan reseller yang membantu memasarkan produk melalui marketplace dan media sosial.

“Yang banyak pesanan adalah pada resin logo yang nantinya ditempel pada bros,” ujarnya.

Muamluaturrahmah telah mengimplementasikan semangat Kartini dalam wujud kemandirian, kreativitas, dan keberanian untuk terus berkembang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *