Rembangnews.com – Guna mencegah lonjakan harga Minyakita, Perum Bulog bakal melakukan operasi pasar. Hal itu dilakukan mengingat saat ini permintaan meningkat.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa operasi pasar dilakukan dini agar harga dapat dikontrol.
“Kalau begitu ada setiap indikasi kenaikan harga ataupun kelangkaan minyak, saya sudah instruksikan ke seluruh para pinwil [pimpinan wilayah] dan pinca [pimpinan cabang] se-Indonesia untuk melakukan operasi pasar. Jangan sampai harga sudah terlalu tinggi nanti kita baru operasi pasar, nanti susah menurunkannya. Jadi lebih bagus sedini mungkin apabila ada kenaikan harus kita ambil langkah-langkah preventif yaitu dengan operasi pasar,” paparnya dilansir dari Bisnis.com.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah utamanya untuk mengatasi harga di wilayah 3T yang masih di atas harga eceran tertinggi (HET) akibat tingginya biaya logistik.
“Kami bersinergi dengan pemerintah daerah untuk diberikan dukungan anggaran operasional untuk transportasi. Kan mereka ada dukungan anggaran khusus di daerah 3T tersebut,” jelasnya.
Pihaknya mengaku sudah mengimbau para pedagang untuk menjual Minyakita sesuai dengan HET yang ditetapkan.
“Kami sudah imbau dan informasikan kepada para pengecer, khususnya pengecer Minyakita dan beras SPHP, produk-produk Bulog harus menyiapkan uang kembalian. Uang kembalian, uang receh maksudnya, karena kan harga Minyakita kan Rp15.700 [per liter],” ujarnya.
Langkah lain yang dilakukan Bulog adalah dengan mengajukan tambahan kuota Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita dari 35% menjadi 65%.
Saat ini usulan masih menunggu tindak lanjut dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). (*)







