Keren! Terasi Oven dari Rembang Tembus Pasar Internasional

Rembang, Rembangnews.com – Produk terasi over buatan warga Kabupaten Rembang berhasil menembus pasar internasional.

Produk terasi tersebut adalah Terasi Oven Alyssa asal Desa Sidowayah, Kecamatan Rembang. Sejumlah lokasi tujuan ekspor produk ini yaitu Asia dan Timur Tengah.

Produsen Terasi Oven Alyssa, Dian Nurshintorini mengatakan ide mengembangkan terasi kemasan muncul dari pengalaman pribadinya saat kuliah di Universitas Diponegoro Semarang pada awal tahun 2000-an.

Ia mengaku sering membawa terasi dari Rembang untuk dijual kepada teman-teman kos guna membantu biaya hidup selama kuliah. Saat itu, ia menilai bau terasi terlalu menyengat. Sehingga banyak yang menegurnya saat perjalanan membawa terasi tersebut.

“Dulu saya bawa terasi dari Rembang ke Semarang untuk dijual. Sudah saya bungkus pakai koran, plastik, bahkan diberi kopi supaya tidak bau, tapi tetap saja dimarahi sopir bus dan penumpang. Dari situ saya berpikir bagaimana caranya supaya terasi bisa dibawa ke mana-mana tanpa mengganggu orang lain,” ujarnya.

Baca Juga :   Ini Tiga Sumpah Rasul Saw yang Dibenci Setan

Akhirnya, ia terpikirkan untuk mengoven terasi agar lebih kering, tahan lama, tidak berjamur, dan aroma menyengatnya berkurang.

“Awalnya terasi itu biasanya diiris lalu digoreng atau disangrai sebelum digunakan. Saya coba oven sampai kering, ternyata lebih awet dan tidak mudah berjamur. Kemudian saya kemas dalam toples kecil dan disegel sehingga lebih praktis,” katanya.

Pada 2012, Dian mulai memperkenalkan terasi kemasannya kepada tetangga dan komunitas ibu-ibu. Respons yang diterima cukup baik hingga pesanan terus berdatangan.

Saat pandemi Covid-19, ia pun mulai mengurus berbagai perizinan seperti PIRT, sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga hak merek dagang.

“Waktu pandemi saya fokus mengurus legalitas usaha. Banyak konsumen yang menanyakan izin usaha dan sertifikasi halal. Akhirnya saya lengkapi semuanya supaya lebih dipercaya,” paparnya.

Baca Juga :   Cara Efektif Menggunakan Sekam Padi untuk Memperbaiki Kualitas Tanah

Ia mulai memasarkan produknya ke luar negeri pada 2021 melalui kakaknya yang bertugas di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong, Dian mengirimkan sejumlah sampel produk untuk diperkenalkan kepada warga Indonesia di sana.

“Saya titip sampel ke Hong Kong. Ternyata banyak yang suka karena di sana sulit mencari terasi seperti dari Rembang. Dari situ mulai ada pesanan dari luar negeri,” ungkapnya.

Selain Hong Kong, produk Terasi Oven Alyssa juga dikirim ke Qatar melalui jaringan teman yang bekerja di perusahaan migas.

Pada Mei 2025, Dian juga mengikuti penjajakan ekspor ke Afrika melalui kegiatan yang melibatkan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan calon pembeli dari Kenya. Dalam forum tersebut, ia memperkenalkan berbagai produk hasil laut Rembang, termasuk terasi.

Baca Juga :   Dinlutkan Rembang Gelar Sosialisasi Gemar Makan Ikan di Pasar Banggi

Meski peluang ekspor terbuka, hingga kini pengiriman dalam skala besar masih terkendala sistem pembayaran dari calon pembeli. Menurut Dian, sebagian buyer meminta barang dikirim terlebih dahulu tanpa uang muka.

“Kendalanya mencari buyer yang benar-benar serius. Kami harus hati-hati karena ada yang meminta barang dikirim dulu tanpa DP. Kalau untuk ekspor, minimal harus ada pembayaran di muka agar lebih aman,” jelasnya.

Saat ini Terasi Oven Alyssa dipasarkan secara online maupun offline melalui toko oleh-oleh dan jaringan reseller. Produksi harian berkisar 50 hingga 100 botol dengan harga Rp20 ribu per botol. Permintaan biasanya meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat menjelang Idulfitri dan Tahun Baru. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *