Rembang, Rembangnews.com – Banjir rob melanda wilayah pesisir Rembang, Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Dari hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, wilayah yang terdampak rob diantaranya Desa Pantiharjo di Kecamatan Kaliori, Desa Sumurtawang di Kecamatan Kragan, dan Desa Pandangan Kulon.
Tercatat ada sebanyak 13 rumah warga yang terdampak. Kerusakan paling parah berada di Desa Sumurtawang.
Selain rumah, satu lokasi pembibitan benur di kawasan pesisir turut terdampak saat gelombang pasang.
Pemkab Rembang pun terus melakukan langkah penanganan terhadap dampak banjir rob tersebut dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim mengatakan bahwa langkah penanganan sedang dalam pembahasan.
“Pak Bupati juga sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur. Selanjutnya BPBD Provinsi Jawa Tengah diminta untuk menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan kami terkait penanganan rob di wilayah pesisir Rembang,” paparnya.
Salah satu solusi yang muncul dalam pembahasan yaitu penanganan sementara menggunakan geobag. Namun setelah dilakukan peninjauan lapangan bersama tim BBWS Pemali Juana, metode tersebut dinilai kurang efektif untuk kondisi di lokasi terdampak.
“Hasil asesmen menunjukkan bahwa penanganan dengan geobag tidak memungkinkan untuk beberapa titik. Karena itu diperlukan solusi yang lebih permanen,” terangnya.
Kemudian pembangunan struktur pelindung pantai berupa breakwater atau pemecah gelombang permanen juga tengah diupayakan. Tim teknis dijadwalkan kembali turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.
“Kita sudah koordinasi, sudah bersurat juga ke BBWS untuk hari Rabu. Hari Rabu besok mereka mau datang kesini untuk meninjau langsung. Jadi kemarin ada tiga titik yang kita pantau,” terangnya.
Pihak BPBD Kabupaten Rembang juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman. Hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.
“Karena saat ini sedang terjadi peralihan arah angin, masyarakat terutama yang berada di kawasan pantai diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Untuk sementara, pengunjung wisata pantai juga diimbau tidak beraktivitas di dalam air laut demi keselamatan,” pungkasnya. (*)













